Camat Komodo Tolak Tambang di Flores, Sebayur Sudah Ditutup

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 09:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Komodo,Iwan Martinus

Camat Komodo,Iwan Martinus

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Iwan Martinus, Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT menolak keras kehadiran tambang di Flores-Lembata, NTT, apapun bentuknya.

Ia nyatakaan itu menanggapi Florespos.net baru-baru ini  di Labuan Bajo terkait gonjang ganjing tambang emas ilegal di Pulau Sebayur Besar, Kecamatan Komodo, Mabar, seperti dikabarkan belakangan.

Camat Iwan menegaskan, dia menolak keras kehadiran tambang di Flores-Lembata karena alasan lingkungan.

“Apapun bentuk atau jenisnya, yang namanya tambag di Flores-Lembata, saya tolak keras. Tambang di Kecamatan Komodo juga saya tolak keras,” ujar Camat Iwan.

Flores, demikian Camat Iwan, adalah pulau yang kecil. Pulau-pulau sekitarnya juga kecil-kecil, tidak terkecuali Pulau Lembata,  Kabupaten Lembata yang mekar dari Kabupaten Flores Timur (Flotim) di timur Flores.

Baca Juga :  Pemilik Tanah Laporkan BRI Maumere ke Polres Sikka

Juga termasuk Pualu Sebayur Besar di Kecamatan Komodo Mabar. Berita tentang Pulau Sebayur Besar belakangan viral terkait tambang emas ilegal di sana. Mabar di barat Flores mekar dari Kabupaten Manggarai Tahun 2003.

Khusus Pulau Sebayur Besar, Camat Iwan menceritakan bahwa dulu, tahun 1982 ada perusahan tambang emas di nusa mungil itu (Sebayur Besar).

“Saya lupa nama perusahannya. Tetapi saksi hidup pegawai tambang itu sepertinya masih ada. Dia pensiunan perusahan tambang tersebut.  Selama ini dia tinggal di luar Mabar,” kata Camat Iwan.

Baca Juga :  KPA Manggarai Barat Gencarkan Sosialisasi HIV/AIDS

“Kalau saya tak salah, setelah 1982 perusahan itu pindah ke Ambon. Sepertinya begitu,” sambungnya.

Selanjutnya, masih Camat Iwan, perusahan tambang emas di Sebayur Besar ditutup. Tambang tersebut di tanah milik pribadi. Tanah di Pulau Sebayur Besar milik pribadi dan banyak yang bersertifikat. Tanah-tanah itu hak pribadi mereka,  tambang di tanah pribadi mereka.

“Dan setahu saya tambang emas di Sebayur sudah tutup. Dua hari lalu saya pernah cek dengan staf saya, sudah tidak ada, sepertinya sudah tutup. Sebayur pulau berpenghuni, tambah,” Camat Iwan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting
Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas
Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat
Pelindo Maumere Harapkan Tahun 2026 Kapal Penumpang Sudah Sandar di Dermaga Empat
PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan
Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’
Empat Warga Kalo Reok Barat Temukan Jenazah Siswa yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai
ASN PPPK Paruh Waktu Guru dan Nakes di Manggarai Timur Terima SK–Ini Rincian Gajinya
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:41 WITA

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting

Senin, 19 Januari 2026 - 19:24 WITA

Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas

Senin, 19 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat

Senin, 19 Januari 2026 - 17:36 WITA

PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:38 WITA

Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’

Berita Terbaru

Opini

Rasio vs Emosi: Menyikapi Narasi “Darurat 7 Hari”

Senin, 19 Jan 2026 - 21:58 WITA