BORONG, FLORESPOS.net-Potensi pasar kopi makin luas, dan Brand Kopi Lembah Colol dengan kualitas terbaik di dunia harus dipertahankan.
Persoalan ijon perlahan lahan dihilangkan dan beralih ke lembaga keuangan yang resmi seperti bank.
Kepala Desa Fransiskus Hardi yang ditemui di kediamannya, Rabu (21/6/2023) mengatakan, harus diakui bahwa praktik ijon terus terjadi di desanya karena ketiadaan lembaga keuangan yang bisa membantu para petani.
Kades Hardi kemudian berkoordinasi dan meminta bank NTT untuk bisa memberi pelayanan kepada petani kopi.
Bagi kades Fransiskus Hardi, pelayanan bank bisa memberi sedikit keringan agar petani tidak lagi terjerat sistem ijon.
Semangat Festival yang sudah dilaksanakan pekan lalu di Desa Ulu Wae sedikit memberikan angin segar karena informasi Bank NTT siap memberikan kredit kepada petani.
Program bank NTT untuk melayani masyarakat melalui kredit merdeka, layanan Be juga bisa Link, bisa membantu masyarakat dalam transaksi keuangan di desa serta bantuan mesin bagi petani kopi.
Selain itu, semoga pemerintah dan bank bisa bekerja sama melakukan Sertifikat atau prona tanah. saat ini hampir seluruh tanah di Desa Ulu Wae belum ada sertifikat tanah.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Colol, Desa Colol Frans Pantur mengapresiasi kegiatan Festival Kopi Lembah Colol.
Dampak festival membuka mata seluruh petani Lembah Colol agar lebih giat lagi menanam kopi. Harga kopi Lembah Colol terus naik sementara produksi kopi semakin menurun.
Terkait kehadiran Bank NTT untuk Desa Colol sudah lama mendampingi petani, ada yang diinformasikan menolak kehadiran Bank NTT itu hanya segelintir orang yang tidak paham akan pentingnya kehadiran lembaga keuangan.
Pada tahun 2018 ada 40an petani kopi yang mendapat kredit langsung dari Bank NTT di Borong. Pemberian kredit mikro kepada petani Colol bertujuan untuk mempertahankan harga kopi.
Harga kopi tidak menguntungkan petani, hal itu disebabkan karena ada sistem ijon, namun banyak petani yang kurang memanfaatkan momen ini.
Bank NTT sudah berkomitmen agar pengembangan kopi di Manggarai Timur lebih meningkat,. tidaknya hanya menjual kopi biji tetapi mengarah kepada produk yang langsung dinikmati oleh pembeli.
Petani juga didorong untuk membangun sebuah usaha seperti kedai Kopi, Kafe. Bank NTT telah membantu BUMdes yang saat ini sudah menghasilkan produk Kopi Poco Nembu.
Hermina Irna salah satu agen laku pandai yang menyediakan layanan “Be Juga Bisa Link ” Bank NTT di kampung Colol mengatakan, jasa layanan sudah dilaksanakan pada tahun 2021.
Banyak petani yang melakukan transaksi keuangan, mengirim uang dengan mudah, masyarakat tidak lagi pergi ke Mano, Borong dan juga Watu Nggong tetapi di Desa Colol sudah tersedia.
Dia mengharapkan masyarakat bisa memanfaatkan jasa layanan dari Bank NTT.
Berta Lisen salah satu pelaku UMKM di Desa Colol mengatakan, selama ini masyarakat sangat mengeluhkan modal untuk membangun usaha.
Besar harapan Bank NTT mau membantu memberikan kredit merdeka atau sejenisnya supaya masyarakat bisa membuka usaha.*
Penulis: Albert Harianto / Editor: Anton Harus










