LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun- tahun terakhir konsen melakukan pengembangbiakan sapi, babi, dan kambing.
Kepala Dinas PKH Mabar, Abidin, mengatakan, instansinya lakukan itu demi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, disamping untuk mendongkrak penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Mabar.
Kepada FloresPos. Net di Labuan Bajo baru-baru ini, Kadis Abidin mengungkapkan, total luas lahan untuk tiga jenis ternak tersebut 15 hektare (ha), masing-masing 5 ha. Semua area 15 ha dimaksud milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab)/Dinas PKH Mabar.
Lebih jauh diungkapkan, lokasi pengembangbiakan babi di Desa Repi Kecamatan Lembor Selatan. Luas lahan 5 ha. Kegiatan pembiakan sejak beberapa tahun lalu dan sudah menghasilkan.
Kebutuhan akan babi masyarakat sangat tinggi. Mereka membeli di UPTD PKH Mabar di Repi. Harga terjangkau, dari yang kecil/anak sampai yang besar.
“Pernah kita jual satu babi jantan besar enam belas juta rupiah. Dan itu pembeli ambil langsung di kandangnya di Repi, “kata Kadis Abidin.
Selama ini, menurur Kadis Abidin, salah satu sumber penerimaan PAD terbesar Dinasnya dari Babi. Pada 2022 sumbangan dari sini, babi, Rp. 200 juta. Dan 2023 untuk sementara Rp. 100 juta.
Babi potensi besar untuk PAD dan peningkatan ekonomi masyarakat Mabar. Pemasukan besar. Banyak masyarakat butuh babi. Urusan adat istiadat/budaya setempat Mabar butuh babi dan lain-lain, kata Kadis Abidin.
Lanjut Kadis Abidin, untuk lokasi pengembangbiakan sapi di Desa Siru, Kecamatan Lembor, luas lahan 5 ha. Program ini mulai realisasi 2023. Jumlah induk dan pejantan 17 ekor.
Pengembangbiakan kambing di Cowang Anak, Kecamatan Sano Nggoang. Luas lahan juga 5 ha, tutup Kadis Abidin, tanpa merincikan. ***
Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus










