BAJAWA, FLORESPOS.net-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTT, Emi Nomleni memberikan apresiasi kepada Bupati Andreas Paru dalam pembangunan di Kabupaten Ngada.
Ditemui Florespos.net di The Kartini Cafe, Kamis (15/6/2023) usai berdiskusi dengan Bupati Ngada Andreas Paru serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, Emi Nomleni yang hadir ditemani sejumlah pengurus DPD PDIP NTT, mengatakan, dirinya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Bupati Ngada dan jajarannya yang telah melakukan berbagai kegiatan untuk masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi kepada Bupati Ngada yang bekerja dengan minimnya fiskal daerah namun dikelola dengan kegiatan inovasi yang hebat,” ungkapnya.
Ditambahkannya, pelaksanaan pekerjaan dengan tidak fokus pada pendekatan proyek lewat kegiatan sekolah di berbagai bidang menjadi sesuatu yang bagus.
Tentang inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Bupati Ngada, Andreas Paru bersama Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena di mana melihat potensi desa sebagai kekuatan adalah sebuah miniatur dalam konteks pembangunan di NTT.
Masing-masing daerah memiliki potensi yang harus dikembangkan sehingga apa yang dilakukan lewat inovasi Pemerintah Kabupaten Ngada patut diberikan apresiasi dan juga perlu didukung.
Terobosan dan inovasi Pemerintah Kabupaten ada saat ini di mana tekanan fiskal daerah yang minim bukan berarti menjadi faktor penghambat untuk tidak bisa melakukan pembangunan.
Dengan keterbatasan fiskal ada cara-cara lain yang bisa dipakai untuk memaksimalkan apa yang dimiliki juga mencari sumber-sumber pendapatan termasuk komunikasi dengan pusat untuk mendapatkan anggaran agar dapat masuk ke daerah.
“Saya memberikan dukungan dan apresiasi yang tinggi terhadap upaya seperti ini,” ungkapnya.
Bupati Ngada Andreas Paru pada beberapa kesempatan itu mengungkapkan persoalan keterbatasan anggaran yakni fiskal daerah yang minim tidak menjadikan Pemda Ngada untuk tidak melakukan inovasi inovasi.
Seperti pernah diberitakan media ini sejumlah terobosan dilakukan Bupati Ngada mulai dari pemanfaatan lahan milik Pemda Ngada yang selama ini terlantar disewakan kepada pihak swasta seperti Alfamart, penambahan saham Pemda Ngada di Bank NTT dengan sistem Inbreng.
Pembukaan jalan jalan di desa dan Kecamatan dengan sistem Swakelola oleh Dinas PUPR, pembangunan jembatan swakelo, pembangunan sekolah-sekolah yang mendapat DAK dibangun secara swakelola serta upaya lainnya dengan mendatangi lembaga dan instansi di tingkat pusat guna melakukan lobi-lobi agar juga memperoleh alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat. *
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus










