RUTENG, FLORESPOS.net – Sesuatu yang baru diperlihatkan SMPN 1 Wae Rii, Kecamatan Wae Rii, Manggarai, NTT dalam era teknologi digital sekarang ini walaupun sekolah berada di luar Kota Ruteng.
SMPN 1 Wae Rii yang bermarkas di Timung ini dalam aktivitas sehari-harinya sudah berbasis digital. Di antaranya yang paling menonjol adalah soal absensi para guru secara online dan ujian akhir dan ujian naik kelas siswa telah berbasis android.
Pantauan wartawan, Selasa (13/6/2023) yang mengikuti kunjungan pemantauan ujian naik kelas di SMPN 1 Wae Rii dari Wabup Heri Ngabut dan Kadis Pendidikan Frans Gero bersama jajarannya, para siswa sedang mengerjakan ujian berbasis android.
Para siswa serius mengerjakan ujian pada handphone pintar masing-masing. Tampaknya para siswa tidak terganggu dengan kehadiran para petinggi dari kabupaten yang memantau pelaksanaan ujian itu.
Kaseknya Alexander YB. Alitrabis mengatakan, sekolahnya sudah memutuskan untuk bergerak searah perkembangan digital. Karena itu, sekolahnya menerapkan banyak kegiatan guru dan siswa yang berbasis digital.
“Inovasi digital, kita sudah mulai. Kita manfaatkan kemampuan para guru dan membangun jaringan agar digitalisasi di sekolah ini jalan dengan baik,” katanya.
Dikatakan, perangkat media di sekolah memakai digital, absensi para guru secara online, dan ujian anak-anak berbasis android.
Apa yang diterapkan itu, didukung semua guru, dan orang tua siswa. Dalam urusan signal tidak ada masalah dan jaringan para guru di sekolah ada yang memiliki kemampuan yang bisa diandalkan.
Sedangkan Wabup Heri Ngabut mengatakan, ujian berbasis android memang sudah zamannya. Tetapi, banyak sekolah sedang mengalami banyak soal mulai dari signal, jaringan, dan perangkat berupa komputer, laptop atau handphone Android.
“Apresiasi untuk sekolah ini karena sudah berbasis digital. Apa yang sudah dimulai tidak boleh mundur lagi,” katanya.
Sebelumnya Kadis Pendidikan, Frans Gero mengatakan, pihaknya terus mendorong semua sekolah di Manggarai agar berinovasi dalam bidang digital untuk memudahkan tugas dan pekerjaan. Sekolah asal mau saja, bisa melakukannya.
“Kita terus dorong agar sekolah mengambil manfaat dari teknologi digital. Banyak manfaatnya kalau sudah jalan,” katanya.
Di antaranya, bisa menekan biaya untuk pengadaan alat tulis kantor (ATK) baik untuk guru maupun siswa;
Lalu, dampak lingkungan kecil atau bahkan tidak ada karena tidak ada sampah yang dihasilkan karena perangkat digital tidak menggunakan kertas, pinsil atau balpoin dan tinta.
Apa yang dilakukan SMPN 1 Wae Rii, dan sejumlah sekolah lain di Manggarai yang telah berinovasi digital menjadi tantangan untuk sekolah-sekolah lain yang belum bergerak ke arah perkembangan teknologi digital. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










