Dinas PUPR Ngada Bangun Jembatan Leko Danga Secara Swakelola - FloresPos Net

Dinas PUPR Ngada Bangun Jembatan Leko Danga Secara Swakelola

- Jurnalis

Rabu, 7 Juni 2023 - 07:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) Kabupaten Ngada, NTT, kembali melakukan terobosan dengan membangun Jembatan Leko Danga di Desa Bobawa, Kecamatan Golewa Selatan.

Dengan dana sebesar Rp 630.000.000, Dinas yang dikomandoi, Johni Dopo selaku Kepala Dinas itu membangun Jembatan Leko Danga secara swakelola melibatkan Staf pada Dinas tersebut juga masyarakat wilayah Boba Raya.

Bupati Ngada Andreas Paru, Senin (5/6/2023) meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Leko Danga tersebut.

Jembatan ini menghubungkan wilayah selatan Kabupaten Ngada yakni mulai dari Golewa Selatan, Inerie dan Aimere.

Menurut Bupati Andreas Paru Jembatan Leko Danga memang harus dibangun karena pada musim penghujan wilayah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan karena selalu terjadi banjir.

Leko Danga yang merupakan kali mati dan rutin setiap musim hujan dilalui banjir besar sungguh menghambat lalu lintas di daerah selatan Kabupaten Ngada.

Dinas Pekerjaan Umum bersama jajarannya mencoba untuk merancang jembatan yang secara teknis memenuhi syarat dan secara anggaran efisiensi.

Baca Juga :  Upaya Pelestarian TNK, BPOLBF dan BTNK  Berkoordinasi Siapkan Kebijakan Proaktif
Bupati Andreas Paru

Hal ini dilakukan karena saat ini Kabupaten Ngada maupun kabupaten lainnya memiliki persoalan fiskal daerah dan menjadi hal yang mengganggu dalam upaya kegiatan pembangunan.

Terobosan dengan memanfaatkan barang-barang sisa proyek yang masih layak secara teknis maka pola tersebut dilakukan.

Melalui pengkajian yang mendalam berkaitan dengan bobot jembatan termasuk kendaraan yang akan melewatinya maka dirinya meletakan batu pertama pembangunan sebagai tanda dimulainya pembangunan swakelola tersebut.

Volume jembatan dengan lebar 5,4 meter dan panjang 12 m bila diproyekan berdasarkan perhitungan proyek jembatan bisa mencapai Rp3,5 miliar namun dengan efisiensi yang dilakukan oleh Dinas PUPR Ngada hanya membutuhkan dana sebesar Rp 630 juta lebih.

Penjabat Kepala Desa Bobawa, Petrus Raga kepada Florespos.net mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngada yang melakukan inovasi dalam kaitan dengan persoalan sarana transportasi berupa jalan dan jembatan yang dihadapi masyarakat desanya.

Baca Juga :  137 Anak Terima Komuni Pertama di Paroki Mautapaga Ende

Walaupun dengan keterbatasan dana, Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan upaya dan terobosan sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat teratasi.

Masyarakat wilayah Boba Raya tentunya sangat mendukung apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada ini karena masalah ketiadaan jembatan ini sungguh mempengaruhi aktivitas masyarakat.

Lokasi Puskesmas misalnya apabila ada pasien yang butuh penanganan darurat juga terkendala akibat ketiadaan jembatan tersebut.

Masyarakat tentunya akan turut membantu mensukseskan proses pembangunan jembatan ini karena merupakan hal yang dinantikan.

Pihaknya juga mengharapkan agar proses pembangunan jembatan dapat selesai sebelum musim hujan tiba sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya terutama yang melintas jalur jalan Pantai Selatan Kabupaten Ngada.

Pantauan Florespos.net, peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Leko Danga itu dihadiri Kadis PUPR, Johni Wou Dopo, pimpinan perangkat daerah, Kepala Desa Bobawa, masyarakat dan para Kepala Bidang, Pegawai pada Dinas PUPR Kabupaten Ngada.*

Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA