RUTENG, FLORESPOS.net – Menjadi puncak ujian keterampilan dalam ujian akhir sekolah tahun ini, para guru bersama siswa kelas tiga SMPN 4 Langke Rembong, Manggarai, NTT menikmati kuliner tradisional, produk para siswa.
Produk makanan tradisional Manggarai itu menjadi program mata pelajaran Prakarya dan Kewirahusahaan. Jenis kulinernya, Kolo (nasi yang dibakar dalam bambu), Tibu (memasak aneka jenis daging dalam bambu), dan sayuran tradisional Manggarai.
Proses pembuatan makanan khas Manggarai itu dilakukan para siswa di hadapan guru mata pelajaran, yakni guru Fransiska Ndiana dan guru Patrisius Yosefus Darmo. Semua proses dipantau Kasek Wens Resman.
Menurut guru Fransiska Ndiana, sesuai budengan mata pelajarannya, para siswa diajarkan untuk mengembangkan keterampilan, kecakapan, kerapian, dan ketepatan.
“Dalam ujian praktik prakarya kali ini, para siswa mencoba kreativitasnya dalam mengelola bahan pangan lokal khas Manggarai,” katanya.
Dikatakan, Kolo, Tibu, dan sayuran tradisional. Sayuran diambil dari kebun sekitar seperti daun Kowok dan daun Bendes yang biasa dimakan masyarakat.Dedaunan itu ditumis seperti sayuran biasa.
Semua produk ketrampilan itu, demikian guru Fransiska, diolah secara higyenis dan bercita rasa mengguggah selera. Kemasannya tidak kalah dengan makanan lainnya dan tentu dengan gizi tinggi.
Guru lainnya, Patrisius mengatakan, praktik mengelola makanan tradisional bertujuan untuk mendorong para siswa untuk memasak, anak-anak mengenal makanan khas Manggarai sejak zaman dahulu.
“Ini penting sekali agar anak-anak tidak lupa dengan apa yang menjadi makanan nenek moyangnya,” katanya.
Dengan praktik itu, anak-anak juga mampu berkreasi dan mengkombinasikan makanan pangan lokal. Lalu, bisa menyajikannya dengan cara yang baik dan benar. Dan, mendorong dan penumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan pada anak-anak untuk masa depan.
Sedangkan Kaseknya Wens Resman mengatakan, prakarya dan kewirausahaan merupakan mata pelajaran terakhir yang diuji dalam ujian akhir sekolah tahun ini. Semua proses dan hasil dinilai oleh para guru.
“Jadi ini yang terakhir ujian bagi anak-anak. Hasil yang diolah para siswa dinikmati bersama sekarang ini,” katanya.
Ditanya tentang pelaksanaan ujian ketrampilan dan ujian teori secara online, Kasek Wens Resman menjelaskan, semua berjalan lancar, aman, dan tertib. Tidak ada hal yang mengganggu seluruh proses ujian.
Pekerjaan guru sekarang ini adalah memberi nilai bagi 188 siswa kelas tiga. Hasilnya akan menjadi konkret dalam nilai yang didapat siswa pada pengumuman kelulusan Juni 2023 nanti. *
Penulis:Christo Lawudin/Editor:Anton Harus










