MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 4 orang pelajar dari SMAN 2 Maumere dinyatakan lolos seleksi dana mengikuti lomba dalam Festival Sains Nasional (FSN) 2026 di Bandung, Jawa Barat.
Keempat pelajar tersebut yakni Maria Viddi Febriyanti untuk bidang olimpiade Kebumian, Apriliani Ernesta Kurnyati bidang Kimia, Maria Nona Letty bidang Fisika serta Petrusciano Leonardo Kirchberger bidang Geografi.
“Usai terjadi Gempa Flores ada kegiatan Festival Sains Nasional dan sekolah kami diminta untuk menjadi tuan rumah untuk Rayon Flores. Kami pun mendaftarkan peserta didik kami dan empat orang lolos bertanding di tingkat nasional,” sebut Kepala Sekolah SMAN 2 Maumere, Petrus Yakobus Sorowea, Rabu (28/10/2026).
Petrus mengatakan, waktu perlombaan dilaksanakan usai terjadinya Gempa Flores di bulan Agustus 2026 dan para siswa juga baru selesai mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dirinya pun memanggil guru pembimbing dan meminta agar didata para siswa yang berprestasi dan telah mengikuti olmba OSN agar bisa diikutsertakan dalam lomba FSN tingkat Provinsi NTT.
“Waktu itu kan baru selesai OSN dan anak-anak di sekolah kami juga ikut sehingga mereka sudah mendapatkan bimbingan. Akhirnya kami mendapatkan 9 siswa untuk ikut lomba tersebut,” ucapnya.
Petrus menyebutkan seharusnya banyak siswa yang mendaftar namun biaya pendaftarannya yang lumayan besar membuat pihaknya hanya mendaftarkan 9 orang peserta didik dan dari 9 orang tersebut 4 orang bisa lolos ke tingkat nasional.
Ada 3 SMA yang ikut untuk Rayon Flores yakni SMAK Frateran Ndao, Ende, SMAK Regina Pacis Bajawa dan SMAN2 Maumere sementara untuk tingkat SD dan SMP tidak ada sekolah di Rayon Flores yang mendaftar.
“Menang saat itu kondisinya baru terjadi bencana Gempa Flores sehingga banyak sekolah yang tidak mengikuti lomba ini. Selain Rayon Flores ada juga Rayon Timor dan Sumba,” terangnya.
Petrus menerangkan, peserta yang lolos dari setiap rayon akan langsung mengikuti lomba di tingkat nasional dan bila lolos di tingkat nasional maka akan diikutsertakan di lomba tingkat internasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo dalam suratnya kepada pihak sekolah mengatakan, berdasarkan basil pelaksanaan dan penilaian kompetisi FSN Tingkat Provinsi NTT, terdapat sejumlah peserta didik telah berhasil memperoleh medal dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional.
Ambrosius meminta pihak sekolah agar dapat mendorong dan memfasilitasi peserta didik agar dapat mengikuti FSN Tingkat Nasional Tahun 2026.
Selain itu. para kepala sekolah diminta berkoordinasi dengan peserta didik dan orang tua atau wali dalam mempersiapkan keikutsertaan, termasuk pemenuhan persyaratan administrasi dan pendaftaran sesuai dengan ketentuan penyelenggara.
“Keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan in diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan potensi dan kompetensi di bidang sains, meningkatkan prestasi akademik, Serta membawa mama bark satuan pendidikan dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional,” pesannya.
Lomba diselenggarakan oleh lembaga Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) yang secara rutin menyelenggarakan berbagai ajang lomba sains dan akademik tingkat nasional, baik secara online maupun offline.
Kompetisi sains ini biasa dilaksanakan untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, hingga guru dan mahasiswa.
Festival Sains Nasional tahun 2026 mengusung tema “Sains untuk Bertumbuh, Berkolaborasi dan Berdampak” yang akan diselenggarakan di Bandung tanggal 20 sampai 22 November 2026.
Untuk tingkat nasional,bidang olimpiade yang dieprlombakan mencakup Matematika, Biologi, Bahasa Inggris, Geografi, Informatika, Ekonomi, Astronomi, Fisika, Kimia dan Kebumian.
Para siswa yang lolos seleksi dan mengikuti FSN di Bandung mewakili Provinsi NTT berasal dari 29 sekolah jenjang SMA atau sederajat dimana untuk Pulau Flores selain SMAN2 Maumere ada juga siswa dari SMAS Regina Pacis Bajawa dan SMAK Frateran Ndao. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










