Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua - FloresPos Net

Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 20:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Maria Sukartiam putra dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan (35) yang ditembak mati Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua tampak menangis saat berceritera tentang anaknya.

Saat ditemui di rumah Kediaman mereka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, dirinya tampak menangis tersedu-sedu seolah tidak percaya atas kematian putranya yang sangat tragis.

Didampingi suaminya Paulus Robertus dan kaka kandungnya Henderikus Evenitus beserta anak-anak lainnya, dirinya mengenang anak ketujuhnya dari delapan bersaudara tersebut.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores di Sikka

Maria mengaku putranya menyampaikan bekerja di Papua sejak 2028 dan dirinya sangat cemas bahkan menanyakan kondisi disana dan dijawab situasinya baik-baiak saja karena anaknya sangat dekat dengan warga masyarakat dan suka membantu mereka.

“Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak tahun 2018,” sebutnya.

Baca Juga :  Luncurkan Buku di Ultah ke-25, SMPK St.Antonius Boganatar Wariskan Sejarah Perjalanan Sekolah

Maria mengaku sejak anaknya menyampiakan keinginan bekerja di Papua, keluarga sempat kwatir mengingat kondisi di Papua yang tidak aman namun, putranya tetap memilih berangkat dan meminta keluarga selalu mendukungnya dengan doa.

Maria mengatakan, setelah tamat kuliah di Yogyakarta tahun 2017, anaknya menyampaikan bahwa ada kepala dinas di Papua menawarkannya untuk bekerja disana sehingga dirinya mencari informasi soal Papua.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA