Anaknya pun sering mengirin terus uang untuknya meski ia selalu sampaikan tidak usah kirim uang karena dirinya di Maumere tidak susah,bisa membeli biarpun ubi dan pisang.
“Tidak usah kirim uang, biar ubi dan pisang mama masih bisa beli.Kau urus anak dan keluarga,mumpung kamu masih sehat,” ucapnya.
Maria mengatakan, kabar meninggalnya Alfonsius diterima keluarga di Maumere dari anaknya di Kupang melalui telepon dengan terlebih dahulu menanyakan bapaknya dan keluarganya yang lain apakah ada di rumah.
Setelah mendengar kabar yng disampaikan,orang tua dan keluarganya pun menangis dan seolah tidak percaya atas kabar tersebut sebab sebelumnya Alfonsius menelepon.
“Anak saya telepon tanya bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya!” kenangnya.
Jenazah Alfonsius rencananya diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada Jumat (11/9/2026), kemudian dilanjutkan ke Labuan Bajo pada Sabtu (12/9/2026) sebelum dibawa ke rumah duka di Kelurahan Wailiti, Maumere.
Dari Labuan Bajo menuju Maumere kepulangan jenasah akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan menggunakan pesawat Casa milik Polda NTT mengingat waktu tempuh lewat jalan darat butuh minimal 16 jam. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










