Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua - FloresPos Net - Page 3

Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 20:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anaknya pun sering mengirin terus uang untuknya meski ia selalu sampaikan tidak usah kirim uang karena dirinya di Maumere tidak susah,bisa membeli biarpun ubi dan pisang.

“Tidak usah kirim uang, biar ubi dan pisang mama masih bisa beli.Kau urus anak dan keluarga,mumpung kamu masih sehat,” ucapnya.

Maria mengatakan, kabar meninggalnya Alfonsius diterima keluarga di Maumere dari anaknya di Kupang melalui telepon dengan terlebih dahulu menanyakan bapaknya dan keluarganya yang lain apakah ada di rumah.

Baca Juga :  Bawaslu Sikka Gandeng Aliansi Wartawan Sikka dan Mafindo Maumere Wujudkan Pemilu Serentak Bermartabat

Setelah mendengar kabar yng disampaikan,orang tua dan keluarganya pun menangis dan seolah tidak percaya atas kabar tersebut sebab sebelumnya Alfonsius menelepon.

“Anak saya telepon tanya bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya!” kenangnya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores

Jenazah Alfonsius rencananya diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada Jumat (11/9/2026), kemudian dilanjutkan ke Labuan Bajo pada Sabtu (12/9/2026) sebelum dibawa ke rumah duka di Kelurahan Wailiti, Maumere.

Dari Labuan Bajo menuju Maumere kepulangan jenasah akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan menggunakan pesawat Casa milik Polda NTT mengingat waktu tempuh lewat jalan darat butuh minimal 16 jam. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA