“Saya belum ijin dan say acari tahu dari keponakan saya dan dikatakan disana daerah rawan. Saya larang anak saya pergi namun ia katakan mama jangan cari tahu saya nekat kesana,” tuturnya.
Maria menuturukan, anaknya mengatakan biar sudah mama saya sudah nekat mau jalan sehingga seharian keluarga membeli pakaian dan perlengkapannya untuk berangkat ke Papua.
Anaknya sampaikan agar dirinya tidak usah pikir nanti kepala dinas yang akan menjemputnya saat tiba di Papua dan setelah tiba anaknya tidak berani tinggal sendiri sehingga menginap di rumah kepala dinas.
Baru beberapa hari lalu anaknya menelpon kepadanya meminta akte nikah dan kartu keluarga untuk mengurus berkas-berkas dirinya di Papua.
Maria mengakui, biasanya kalau anaknya mau turun ke desa untuk sosialisasi dan mengantar bantuan biasa meneleponnya memberitahu terlebih dahulu.
“Dia kalau orang butuh bantuan dia cepat sekali menangani. Biasanya dia selalu menelepon saya terlebih dahulu memberitahukan kalau mau jalan ke desa,” kenangnya.
Maria mengaku anaknya sempat 2 kali pulang ke Maumere untuk menghadiri tahbisan ponakannya dan mengurus pernikahannya dan rencananya bulan Desember 2026 nanti akan pulang ke Maumere lagi.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










