MBAY, FLORESPOS.net-Pascagempa M7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Kegiatan berkebun dan produksi garam lokal menjadi rutinitas yang kembali dijalankan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan salah satu pekerja produksi garam asal Desa Aeramo, Matias Rai, kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).
Menurut Matias, kewaspadaan terhadap gempa susulan tetap dilakukan warga. Namun aktivitas ekonomi tidak bisa berhenti.
“Waspada tetap dilakukan, akan tetapi aktivitas seperti produksi garam lokal tetap berjalan seperti biasa,” ujar Matias.
Ia mengatakan, warga memilih untuk tetap bekerja agar tidak mengalami kesulitan pangan di tengah situasi pascabencana.
“Hal itu saya ingat jangan sampai meninggal bukan karena ditindih reruntuhan bangunan pascagempa, akan tetapi karena mati kelaparan akibat stok pangan di rumah tidak ada,” katanya.
Matias juga mengajak seluruh warga Nagekeo, khususnya warga Desa Aeramo, untuk tetap siaga namun produktif.
“Saya mengajak kepada warga Nagekeo, khususnya warga Desa Aeramo, tetap waspada dengan gempa susulan. Tetapi kita tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Sejak gempa 15 Agustus 2026 lalu, sebagian warga Aeramo sempat mengungsi ke tempat aman. Kini secara bertahap warga mulai kembali ke kebun dan lokasi produksi garam guna menjaga ketahanan pangan keluarga.
Pemerintah Desa Aeramo bersama BPBD Nagekeo terus mengimbau warga agar tetap waspada, membawa perlengkapan darurat saat beraktivitas, dan segera menuju titik aman apabila terjadi guncangan susulan. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










