MAUMERE, FLORESPOS.net-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Maumere guna melihat secara dekat kondisi warga dan bangunan yang rusak akibat gempa Flores yang mengakibatkan 7 kabupaten di Pulau Flores terkena dampak.
Setelah tiba di Kota Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026) Gibran spontan langsung bertolak ke Gereja Stasi Santa Maria Perumnas Maumere ketika berkunjung ke lokasi pengungsian di halaman SDI Wairklau yang jaraknya tidak jauh dari Kapela Perumnas.
Gibran juga mengunjungi sebuah gereja lainnya di Wailiti yang juga mengalami kerusakan akibat gempa Flores dengan Magnitudo 7,7 yang terjadi Sabtu (15/8/2026) pukul 05.48 Wita.
Ketika berada d SDI Wairklau, Wapres Gibran membagikan buku tulis, mie instan dan permaianan anak-anak di tenda pengungsian dan berbincang bersama para pengungsi yang tidur di tenda-tenda.
“Tidak berani pulang ke rumah, rumahnya berada di dekat laut ya,” tanya Gibran kepada Rahma, seorang pengungsi warga Kelurahan Kota Uneng.
Usai dari SDI Wairkalu, Gibran didampingi Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago berjalan kaki menuju Gereja Katolik Stasi Santa Maria Perumnas Maumere dan memantau kondisi gereja yang sedang dalam pembangunan.
Sesudahnya, rombongan Wapres pun bertolak menuju Pelabuhan Laurens Say Maumere guna melihat kondisi bangunan gedung terminal penumpang yang ambruk dan material reruntuhan mengakibatkan 2 warga meninggal dunia.
Setelah dari Pelabuhan Laurens Say Maumere, Wapres bertolak menuju Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Nangahure dan diterima Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi.
Gibran juga melihat secara dekat kondisi pasien yang dirawat di tenda-tenda yang dibangun di halaman RS TC Hillers Maumere serta lokasi pengungsian terpusat di Gelora Samador da Cunha Maumere.
Dalam kunjungan itu, Wapres Gibran membawa serta mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk membantu Psikososial warga yang terkena dampak bencana alam gempa Flores.
Kehadiran Wapres Gibran membuat ratusan warga berdesakan dan berebutan guna mengabadikan momen kunjungannya ke Maumere bahkan ingin mendekat ke arah Gibran untuk bersalaman.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










