Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini - FloresPos Net

Kader Kesehatan Puskesmas Riaraja Jadi ‘Jembatan Emas’ Temukan Kasus Suspek TBC Secara Dini

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Tim Dosen Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Program Studi Keperawatan Ende menggelar kegiatan Pemberdayaan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Riaraja, Kabupaten Ende melalui pelatihan pengenalan dan penemuan kasus suspek TBC. Pelatihan ini berfokus pada teknik penemuan dini kasus Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat.

Kepala Puskesmas Riaraja, Yohanes Sako, Amd.Kep, Jumat (7/8/2026) menyampaikan apresiasi kepada para kader kesehatan yang antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peran kader sangat vital dalam memutus mata rantai penularan TBC.

“Saya mengharapkan agar para kader dapat mengikuti kegiatan yang berharga ini dan dapat meneruskan informasi yang diperoleh hari ini. Jangan berhenti di sini, teruskan informasi ini tidak hanya kepada sesama kader yang belum sempat hadir, tetapi yang paling utama langsung kepada masyarakat luas,” ujar Yohanes Sako.

Ketua Tim Pengabmas Prodi Keperawatan Ende, Maria S. Sekunda, SST, M.Kes, Ns, menjelaskan latar belakang pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat. Menurutnya, Kabupaten Ende saat ini masih menghadapi tantangan besar terkait masalah TBC. TBC masih menjadi PR kita bersama. Masalah ini diperparah oleh masih rendahnya angka penemuan suspek kasus baru di lapangan.

Baca Juga :  Kadis DLH Ende Jelaskan Alasan Pemerintah Belum Ajukan Penerbitan Sertifikat Lahan TPST Bheramari

“Kasus TBC di wilayah Kabupaten Ende masih tinggi, namun penemuannya masih rendah. Oleh karena itu, kita memerlukan tenaga kader kesehatan sebagai jembatan emas yang menghubungkan masyarakat dengan Puskesmas atau Rumah Sakit, dan pada kegiatan ini tim kami akan membekali para kader dengan ilmu dan keberanian untuk bertanya, menjaring dan merujuk penderita suspek TBC, karena dengan 1 orang suspek TBC yang ditemukan lebih awal, kita bisa menyelamatkan 1 keluarga,” kata Sekunda.

Sekunda menambahkan bahwa kader kesehatan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh petugas medis di fasilitas kesehatan, yaitu kedekatan geografis dan emosional dengan warga.

Baca Juga :  Indahnya Toleransi di Ende, SMAK Syuradikara Buka Puasa Bersama MAN dan Pesantren Wali Sanga

“Kader itu orang yang paling dekat dan paling tahu kondisi sehat dan sakit warga masyarakat di lingkungannya. Prinsip kerja kita jelas: Puskesmas/Rumah Sakit Bisa Mengobati Tapi Kaderlah yang Menemukan. Kami dari Tim Dosen Prodi Keperawatan Ende Poltekkes Kemenkes Kupang siap mendampingi para Kader. Kami percaya, dengan kolaborasi antara Kader, petugas kesehatan baik di Puskesmas maupun RS dan Kampus, target Indonesia Bebas TBC 2030 bukanlah mimpi ” kata Sekunda.

Melalui pelatihan ini, tim dosen Keperawatan Ende membekali para kader dengan kemampuan mengenali gejala awal TBC, cara melakukan edukasi penularan penyakit, serta alur rujukan pemeriksaan dahak ke Puskesmas Riaraja.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus TBC secara signifikan di wilayah tersebut.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Puluhan Sopir Truk dan Pemilik Galian C di Sikka Datangi Kantor Bapenda Bahas Harga Material
Rumah Rusak Dampak Gempa Flores Bisa Dibangun Kembali Oleh Pemiliknya, Pemerintah Siapkan Dana
Kepala BNPB Paparkan Skema Pembangunan Rumah Rusak Berat Dampak Gempa Flores
Pemerintah Pagari Kawasan Sempadan Ndao untuk Penataan Taman Kota, Ini Respon Eks Pedagang
Kekuatan Wanita dan ‘Authentic Leadership’ (Membaca Kisah Fatima Zahra El Mansouri)
Wisata Flores, Menikmati Pesona Teratai di Danau Rana Tonjong
Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit
Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:43 WITA

Puluhan Sopir Truk dan Pemilik Galian C di Sikka Datangi Kantor Bapenda Bahas Harga Material

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Rumah Rusak Dampak Gempa Flores Bisa Dibangun Kembali Oleh Pemiliknya, Pemerintah Siapkan Dana

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Kepala BNPB Paparkan Skema Pembangunan Rumah Rusak Berat Dampak Gempa Flores

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Pemerintah Pagari Kawasan Sempadan Ndao untuk Penataan Taman Kota, Ini Respon Eks Pedagang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:35 WITA

Kekuatan Wanita dan ‘Authentic Leadership’ (Membaca Kisah Fatima Zahra El Mansouri)

Berita Terbaru