Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan - FloresPos Net

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Thresher Shark Indonesia (TSI) menggandeng nelayan dan.perempuan pengepul hasil perikanan di Desa Labelen dan Desa Lamawai, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama-sama memetakan potensi alternative livelihood sebagai upaya mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong perikanan yang lebih berkelanjutan.

Dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (22/7/2026), disebutkan bahwa kegiatan berlangsung pada 15-16 Juli 2026 dan diikuti 23 peserta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian sosial ekonomi yang dilakukan TSI untuk memahami kondisi masyarakat yang bergantung pada perikanan pari mobula.

Melalui pendekatan partisipatif, FGD menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan tantangan, peluang, dan harapan mereka.

Baca Juga :  Rakor Nakertrans Tingkat Provinsi NTT, Wabup Sikka Harapkan Hasilkan Rencana Aksi yang Konkrit

Pada sesi pembuka, peserta menyampaikan berbagai harapan, mulai dari peningkatan kesejahteraan nelayan, pengembangan usaha perikanan yang berkelanjutan, perluasan akses pasar dan program bantuan, peningkatan kapasitas, perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, hingga upaya menghentikan praktik penangkapan ikan yang merusak.

FGD ini bertujuan untuk memvalidasi hasil asesmen yang telah dilakukan sebelumnyansekaligus mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi alternative livelihood yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan potensi lokal masyarakat.

Selain itu, peserta juga bersama-sama mengidentifikasi berbagai bentuk dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan peluang tersebut sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan masyarakat pada tahapan selanjutnya.

Selama proses diskusi, peserta meninjau kembali hasil penelitian sosial ekonomi yang telah dilakukan oleh TSI, kemudian mengidentifikasi berbagai peluang usaha yang tersedia di masing-masing desa.

Baca Juga :  Pengurus Hippmab Kupang Periode 2025/2026 Dilantik, Alexander Papu: Tanggungjawab Moral Membawa Organisasi Lebih Baik

Melalui diskusi kelompok, peserta menentukan prioritas mata pencaharian alternatif yang dinilai paling sesuai untuk dikembangkan berdasarkan potensi sumber daya, minat masyarakat, serta peluang ekonomi yang tersedia.

Selanjutnya, peserta mendiskusikan kebutuhan dukungan yang diperlukan agar peluang tersebut dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

Pj. Kepala Desa Lamawai, Muhajir Salem, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada Thresher Shark Indonesia yang telah melakukan penelitian sosial ekonomi dan melibatkan masyarakat nelayan Desa Lamawai dalam proses diskusi untuk mengidentifikasi potensi mata pencaharian alternatif.

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA