Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal - FloresPos Net

Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Kanisius Teobaldus Deki

DENGAN mata telanjang ada dua kenyataan sekaligus yang terpampang nyata. Keindahan Pulau Flores yang eksotik berseberangan dengan kemiskinan ektrim yang dialami warganya, khususnya di pesisir utara pulau ini. Sebuah kenyataan kontraris yang menimbulkan decak kagum sekaligus memancing keprihatinan.

Data memperlihatkan angka kemiskinan yang luar biasa. Pada tahun 2025, kabupaten Manggarai Timur memiliki angka kemiskinan 70,99 ribu jiwa (23,51% dari total jumlah penduduk).

Demikian halnya dengan kabupaten Manggarai Barat bertengger di angka 40,55 ribu jiwa (16,09% dari total penduduk). Sedangkan kabupaten Ngada berada di angka 20,40 ribu jiwa (11,22% dari total jumlah penduduk).

Kemiskinan masyarakat pesisir utara Flores antara lain terlihat pada pendapatan nelayan yang tidak stabil dan sangat bergantung pada musim; keterbatasan perahu, mesin, alat tangkap, penyimpanan dingin, dan pengolahan hasil laut; rantai pemasaran panjang sehingga posisi tawar nelayan rendah; terbatasnya akses terhadap modal, pendidikan, kesehatan, air bersih, dan pasar; kurangnya diversifikasi usaha ketika cuaca tidak memungkinkan melaut; belum optimalnya keterlibatan masyarakat dalam usaha wisata, jasa perahu, kuliner, pemanduan, homestay, dan penjualan produk lokal.

Baca Juga :  Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)

Kenyataan kemiskinan ini tentu membutuhkan jawaban. Dalam lini menjaga keindahan Flores secara esensial diperlukan paradigma berpikir kritis yang produktif.

Salah satu tantangan terberatnya ialah kemiskinan dan kerusakan lingkungan dapat membentuk lingkaran yang saling memperkuat: karena pendapatan rendah, masyarakat semakin bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, penangkapan ikan dan pemanfaatan pesisir meningkat, terumbu karang, mangrove, dan stok ikan menurun, hasil tangkapan dan pendapatan kembali menurun, kemiskinan semakin sulit diputus.

Baca Juga :  Ketimpangan yang Membunuh

Rantai ikatan logis antara kemiskinan dan peluang perusakan lingkungan menyadarkan kita bahwa konservasi tidak cukup dilakukan melalui larangan.

Perlindungan kawasan harus dibarengi dengan penguatan penghidupan masyarakat, akses modal, peningkatan keterampilan, pembagian manfaat wisata, serta kepastian ruang kelola tradisional.

Intervensi Program In-Flores

Proyek In-Flores (Investing in the Komodo Dragon and other Globally Threatened Species in Flores) adalah salah satu inisiatif konservasi yang didukung oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Kementerian Kehutanan), Global Environment Facility (GEF), dan UNDP Indonesia.

Proyek ini bertujuan untuk memperkuat upaya konservasi spesies ikonik seperti komodo (Varanus komodoensis), kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), elang flores (Nisaetus floris), serta spesies terancam punah lainnya di Flores melalui pendekatan terpadu pada bentang darat dan bentang laut.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan
Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas
Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik
Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran
Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:45 WITA

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan

Senin, 2 November 2026 - 19:33 WITA

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WITA

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA