ENDE, FLORESPOS.net-Perum Bulog Cabang Ende pada tahun 2026 menargetkan menyerap beras petani lokal di wilayah sebanyak 64 ton.
Beras tersebut diserap oleh Bulog Ende dari petani di wilayah sentra produksi yakni Kecamatan Maurole, Wewaria dan Kota Baru.
Pimpinan Bulog Cabang Ende, Risky Padji kepada Florespos.net, Senin (13/6/2026) mengatakan pembelian beras dari petani sesuai dengan harga pemerintah atau mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp12.000 per kilogram untuk beras kualitas publik.
Pada musim panen bulan Mei 2026 lalu, Bulog Ende sudah menyerap sekitar 18 ton beras dari Petani Lokal.
Realisasi atau pembelian beras masih jauh dari target karena beberapa kendala antara lain petani dan Bulog tidak mendapatkan harga pas atau petani enggan menjual dengan harga pemerintah. Petani lebih suka menjual langsung ke pasar dan sebagiannya masih untuk kebutuhan konsumsi.
Stok Beras dan Minyak Goreng di Bulog
Stok beras medium yang tersedia di gudang Bulog sebanyak 205.227 kg. Stok ini tersedia untuk persiapan realisasi Bantuan Pangan periode Juli, Agustus, September 2026 dan untuk melayani jatah beras ASN vertikal serta TNI, Polri.
Stok tersebut juga untuk program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan tujuan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di pasaran.
Dalam waktu dekat Bulog Ende akan menerima tambahan beras sebanyak 800 ton. Stok ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan kedepan.
Selain beras medium, Bulog Ende juga menyediakan minyak goreng. Saat ini stok yang tersedia yaitu minyak goreng kemasan 1 liter sebanyak 44.400 liter dan kemasan 2 liter sebanyak 34.284 liter
Bulog Ende juga bekerjasama dengan toko kelontong di Ende dengan tujuan untuk menjual beras medium dan minyak goreng subsidi ‘minyak kita’ kepada masyarakat.
Dari 60 mitra RPK yang dibentuk oleh Bulog, saat ini yang masih aktif sekitar 20 RPK dan paling banyak toko-toko yang berada di kawasan Pasar Mbongawani.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










