MAUMERE, FLORESPOS.net-Ratusan orang tua bersama para murid mendatangi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Maumere (Smansa) guna melakukan Pendaftaran ulang secara offline.
Pendaftaran dibagi dalam 2 gelombang dimana gelombang pertama berlangsung hari ini Senin (22/6/2026) sebanyak 213 orang sedangkan gelombang kedua besok Selasa (236/2026) sebanyak 193 orang.
“Hari ini Pendaftaran ulang gelombang pertama sebanyak 213 orang, sedangkan sisanya besok,” sebut Kepala Sekolah SMAN1 Maumere, Johanes Jonas Teta, S.Pd, Senin (22/6/2026)).
Jonas mengatakan, para siswa yang sudah dinyatakan lulus Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) harus melakukan pendaftaran ulang secara offline dimana akan dilaksanakan selama 2 hari.
Pendaftaran ini bebas biaya pendafatran dan Iuran Penyelenggaran Pendidikan (IPP) menyesuaikan dengan kemampuan orang tua murid dan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sampai dengan saat ini kami tidak menemukan kendala yang cukup berrarti sebab kami menerapkan prosedur tetap yang juga sudah disepakati dengan orang tua murid,” ungkapnya.
Jonas menambahkan, secara keseluruhan kuota yang diberikan untuk SMAN1 Maumere sebanyak 427 murid sementara yang lulus seleksi melalui pendaftaran secara online sebanyak 406 orang.
Lanjutnya, sisanya sebanyak 21 orang akan dilaksanakan seleksi gelombag kedua pada tanggal 1 dan 2 Juli 2026 mendatang secara online.
Ketua panifia Pendaftaran murid baru SMAN1 Maumere, Odorikus Blasius Ribak mengatakan,harusnya orang tua murid melakukan pendaftaran ulang lagi atau lapor diri secara online lagi.
Lapor diri kata Odorikus dilakukan melalui link penfataran yang sama barus sesudahnya melaksanakan pendaftarans ecara offline dengan mendatangi sekolahd an membawa berkas-berkas yang diperlukan.
“Pendaftaran secara online menggunakan 4 jalur utma yakni domisili atau zonasi, afirmasi, prestasi dan pemindahan tugas orang tua. Kami sangat bergantung kepada ketentuan dari provinsi dan sebagai besar berasal dari zonasi,” ungkapnya.
Odorikus memaparkan,untuk jalur domisili atau zonasi kuota jumlah siswanya sebanyak 213 orang, jalur prestasi akademik 107 orang dan prestasi non akademik 21 orang, jalur afirmasi 65 oang serta pemindahan tugas orang tua 21 orang.
Penerimaan murid baru jenjang SMA untuk sekolah negeri menggunakan 4 jalur utama yakni Domisili atau Zonasi dengan kuota minimal 30 persen,jalur Afirmasi kuota minimalnya juga 30 persen,
Untuk jalur Prestasi kuota minimalnya pun sama 30 persen dan Perpindahan Tugas Orang Tua, kuoatnya maksimal sebesar 5 persen.
Jalur Domisili atau Zonasi memprioritaskan jarak terdekat antara rumah (berdasarkan Kartu Keluarga) dengan sekolah tujuan. Untuk SMA, porsi minimalnya adalah 30% dari total daya tampung sekolah.
Jalur Afirmasi ditujukan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas dimana syarat utamanya adalah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau program SiPintar dengan kuota 30 persen.
Jalur Prestasi menggunakan nilai rapor, nilai ujian sekolah, atau piagam penghargaan akademik dan non-akademik seperti olahraga, seni, dan tahfidz dimana jalur ini memiliki porsi minimal 30 persen.
Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua atau Wali diberikan bagi siswa yang berdomisili di luar zona sekolah akibat mutasi pekerjaan orang tua atau anak kandung tenaga pendidik atau guru dengan kuota maksimal 5 persen. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










