WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa - FloresPos Net

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), krisis iklim bukan sekadar persoalan perubahan cuaca, melainkan krisis keadilan yang memperdalam ketimpangan sosial dan gender.

Perubahan pola musim, kekeringan berkepanjangan, krisis air bersih, menurunnya produktivitas pertanian, serta meningkatnya kerawanan pangan telah menambah beban kerja perawatan yang selama ini ditanggung perempuan.

“Di tengah situasi tersebut, migrasi menjadi strategi bertahan hidup banyak keluarga yang mendorong perempuan keluar dari kampung halaman dalam kondisi rentan terhadap eksploitasi dan kekerasan,” sebut Direktur WALHI NTT, Yuvensius S.Nonga, dalam rilisnya, Minggu (7/6/2026).

Yuven sapaannya mengatakan, pada saat yang sama, berbagai proyek pembangunan dan investasi ekstraktif terus memperluas penguasaan atas tanah, air, dan sumber daya alam tanpa memastikan partisipasi bermakna masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Ombudsman NTT Harapkan Penentuan Sekda Ngada Tidak Mengganggu Kelancaran Pelayanan Publik

Ia menyebutkan, atas nama pembangunan dan transisi energi, ruang hidup perempuan semakin dipersempit, konflik agraria meningkat, dan kerusakan ekologis terus berlangsung.

Sebagai subjek yang memiliki relasi erat dengan tanah, air, benih, dan kerja-kerja perawatan kehidupan, perempuan kerap menjadi kelompok yang paling terdampak namun paling diabaikan suaranya dalam proses pengambilan keputusan.

“Situasi ini menunjukkan bahwa krisis iklim bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan relasi kuasa yang menghasilkan ketimpangan gender, kemiskinan, dan ketidakadilan pembangunan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sanggar Mohe Wae Rebo dan Festival Golo Koe

WALHI NTT menegaskan, penetapan pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi yang digadang-gadang sebagai solusi iklim justru memperparah kerentanan perempuan dan mengancam kedaulatan perempuan atas sumber penghidupan mereka.

Yuven menyebutkan, krisis iklim dan ekspansi proyek panas bumi di Flores tidak dapat dipahami hanya sebagai pembangunan atau proyek transisi energi, melainkan persoalan keadilan ekologis dan keadilan gender.

Lanjutnya, kebijakan yang mengabaikan sejarah kebencanaan di Flores, mereduksi ruang hidup menjadi sekadar sumber energi, serta mengecilkan suara perempuan merupakan bentuk kekerasan struktural yang menempatkan kepentingan investasi di atas keselamatan, martabat, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17
Empat Jabatan Lowong, Pemkab Manggarai Timur Gelar Seleksi Terbuka
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:19 WITA

Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi

Berita Terbaru