Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas - FloresPos Net

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Hingga bulan Juni 2026 jumlah pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka sebanyak 1.236 orang dimana jumlah ini berkurang 4 orang dibandingkan akhir Desember 2025.

Sebanyak 4 orang tersebut ada yang sudah sembuh dan ada yang sudah meninggal dunia dan hingga Juni 2026 terdapat 1.096 ODGJ masuk kategori berat dan harus rutin minum obat.

“Sebanyak 77 persen dari 1.096 ODGJ mendapatkan pelayanan kesehatan.Sebanyak 845 orang yang masih minum obat sementara yang lainnya belum mendapatkan obat,” sebut Erfenti Amijanti satf Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Selasa (9/6/2026).

Venty sapaannya menjelaskan, kondisi saat ini obat bagi pasien gangguan jiwa di 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sikka sangat terbatas bahkan sudah tidak tersedia lagi.

Baca Juga :  KPU Sikka Tetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati

Ia mengatakan, kondisi ini dipengaruhi sebab penyakit kesehatan jiwa tidak termasuk dalam 10 penyakit terbanyak yang menjadi prioritas dan pemerintah pusat hanya memberikan anggaran 20 persen saja sedangkan sisanya harus dibeli dari uang daerah.

“Kami sudah berusaha minta ke provinsi dan pusat namun pemerintah pusat hanya support 20 persen saja anggarannya.Obat bagi pasien kesehatan jiwa dipertimbangkan karena kesehatan jiwa tidak masuk dalam 10 penyakit terbanyak,” ungkapnya.

Venty menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka berupaya menyisihkan sedikit anggaran untuk membeli obat bagi pasien kesehatan jiwa dan obat untuk pasien ODGJ dari pusat sudah tidak tersedia lagi.

Baca Juga :  Ikut Rombongan Wapres Gibran, Enam Mahasiswa Psikolog UI Akan Bertugas di Maumere Selama Seminggu

Untuk itu, daerah disarankan untuk memberikan obat sejenis untuk pasien ODGJ yang masih membutuhkan obat untuk penyembuhannya sehingga ini menjadi kendala serius bagi daerah.

“Kami serius lakukan pelayanan kesehatan bagi pasien kesehatan jiwa. Upaya pemeriksaan kesehatan jiwa kami lakukan rutin terhadap masyarakat termasuk bagi ibu-ibu hamil hingga lansia,” terangnya.

Venty memaparkan, hasil pemeriksaan ditemukan banyak masyarakat di Kabupaten Sikka yang masuk dalam kelompok yang mengalami depresi dan cemas dan perlu penanganan.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka
Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende
Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores
Kemensos Salurkan Santunan Bagi 47 Korban Gempa Flores di Sikka
9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 20:16 WITA

Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi

Kamis, 10 September 2026 - 19:22 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Minta Pengaduan Kliennya Bisa Segera Diproses Polres Sikka

Kamis, 10 September 2026 - 16:47 WITA

Putri Pariwisata Indonesia Bawa Paket Sembako dari Butik Levico untuk Mama-Mama di Ende

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Bencana Erupsi Lewotobi dan Gempa Tegaskan Urgensi Bandara Mbay sebagai Simpul Konektivitas Flores

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WITA

9 Puskesmas di Sikka Masih Layani Pasien di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Pius Jemadu, S.Fil.

Opini

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Kamis, 10 Sep 2026 - 19:11 WITA