ENDE, FLORESPOS.net-Para guru dan siswa di SDN Wolomoni, Desa Niowula Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku kaget alat berat menyerobot masuk ke halaman sekolah dan merusak fasilitas sekolah seperti pagar, tembok dan tiang bangunan.
Alat berat itu dipaksakan masuk ke lahan sekolah oleh pemerintah desa dan pihak yang membangun gedung KDMP pada Jumat (6/6/2026) dengan tujuan menggusur lahan kosong milik sekolah.
Penggusuran lahan itu untuk pembangunan gedung KDMP. Namun aksi paksa dan penyerobotan tersebut dihadang oleh orangtua murid dan warga.
Meski dihadang alat berat yang dipaksakan masuk ke halaman sekolah itu sudah menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah. Salah satu tiang dari bangunan itu telah dipotong dan sebagian tembok fondasi gedung sekolah telah rusak.
Beberapa guru dan siswa yang ditemui di sekolah, Sabtu (6/6/2026) siang mengatakan bahwa mereka kaget ada alat berat yang datang ke sekolah untuk gusur lahan milik sekolah.
“Kemarin kami sudah pulang dan ada warga yang sampaikan bahwa ada alat berat di sekolah mau gusur lahan di belakang”.
Para guru mengatakan kaget dengan informasi itu karena sebelumnya pada rapat bersama Dinas PK, Dinas Koperasi, sekolah dan komite telah disampaikan lahan tersebut tidak layak dan tidak digunakan untuk pembangunan gedung KDMP.
“Kami kaget karena saat pertemuan kemarin tidak salah tanggal 19 Mei itu orangtua murid tolak dan telah diputuskan lahan itu tidak layak. Pemerintah desa diminta segera cari lahan lain untuk bangun gedung KDMP tapi kemarin datang mau gusur”.
Para guru dan siswa mengharapakan agar pemerintah desa dan pihak yang membangun gedung KDMP mengurungkan niat menggunakan lahan tersebut. Karena lahan kosong itu telah direncanakan untuk pembangunan mes guru.
Wakil Kepala SDN Wolomoni, Magdalena Masi mengatakan alat berat tersebut masuk ke lokasi sekolah saat guru dan siswa sudah pulang dan mereka mendapatkan informasi tersebut dari warga.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










