“Kami pulang sekolah alat berat itu masih di lapangan, malam baru kami dapatkan informasi itu,” katanya.
Saat mendapatkan informasi bahwa alat berat masuk lokasi sekolah dan merusak beberapa fasilitas, kata Magdalena, dirinya kaget dan menyatakan tindakan tersebut adalah penyerobotan. Ia mengatakan demikian karena tidak ada pemberitahuan baik lisan maupun tertulis.
“Saya kaget dapat video dari teman lewat Whatsapp. Itu penyerobotan karena tidak ada pemberitahuan kepada kami baik lisan maupun surat yang masuk,” katanya.
Magdalena juga mengatakan pihaknya sudah melaporkan kepada Dinas PK Ende terkait fasilitas yang rusak.
“Kami sudah lapor ke dinas selanjutnya kami menunggu informasi dan pemerintah,” katanya.
Selain fasilitas sekolah rusak, tanaman milik warga juga rusak saat alat berat ke lokasi.
Terhadap kerusakan tersebut warga pemilik tanaman sudah membuat pengaduan ke Polsek Detusoko.
Informasi yang digali di masyarakat bahwa aksi paksa alat berat ke lokasi sekolah karena atas perintah pejabat di daerah ini.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










