Mosalaki dan Orangtua Tolak Penggunaan Lahan Sekolah SDN Wolomoni untuk KDMP - FloresPos Net

Mosalaki dan Orangtua Tolak Penggunaan Lahan Sekolah SDN Wolomoni untuk KDMP

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Tokoh adat (mosalaki) bersama orangtua murid dan warga di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende bersih keras menolak penggunaan atau pemanfaatan lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni untuk pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Aksi penolakan tersebut dilakukan oleh mosalaki, orangtua dan warga saat pihak pemerintah desa dan pekerja membawa alat berat (eksavator) ke lokasi, Jumat (5/6/2026).

Sebelum ditahan oleh warga, alat berat tersebut sudah masuk halaman sekolah, merusak pagar, tembok dan satu tiang gedung sekolah SDN Wolomoni.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Komitmen Berikan Layanan JKN Selama Libur Lebaran

Pantauan Florespos.net, Sabtu (6/6/2026) siang ke lokasi, alat berat yang digunakan  menggusur lahan milik sekolah  untuk dibangun gedung KDMP di desa tersebut masih ada di lokasi.

Warga menahan alat berat itu karena telah merusak fasilitas sekolah dan tanaman milik  warga.

“Jangan bawa pulang dulu, mereka harus ganti bangunan dan tanaman yang sudah rusak,” kata warga.

Jangan Bangun di Lahan Sekolah

Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa kepada wartawan mengatakan bahwa lahan yang berada di belakang sekolah adalah lahan milik sekolah yang sudah diserahkan oleh mosalaki sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga :  Ende Sudah Meletakkan Standar Tinggi di ETMC, Namun Ada Catatan yang Mesti Diperhatikan

“Tanah yang di belakang sampai depan dalam pagar itu kami serahkan untuk sekolah bukan untuk yang lain. Kami serahkan tahun 1968”.

Gregorius mengatakan sebagai mosalaki atau tokoh adat di desa ini dirinya kaget lahan yang diserahkan untuk sekolah akan dibangun KDMP.

“Sebagai mosalaki saya tidak tahu karena pemerintah desa dan mereka yang akan bangun koperasi tidak pernah datang beritahu saya”.

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pesan untuk 94 Sarjana Stipas St. Sirilus Ruteng–‘Jadilah Guru Pendidikan Agama Katolik dan Penyuluh Pastoral yang Beriman, Adaptif dan Transformatif’
Wisata Flores–Laing Lewe, Pantai Berpasir Putih dan Laut yang Tenang di Manggarai Timur
Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas PK Ende Naik Tahap Penyidikan, Tim Penyidik Kejari Segera Turun ke 40 Sekolah
PSSI Ende Tunjuk Cicih Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flores Timur
Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon
Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende
DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah
94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:53 WITA

Pesan untuk 94 Sarjana Stipas St. Sirilus Ruteng–‘Jadilah Guru Pendidikan Agama Katolik dan Penyuluh Pastoral yang Beriman, Adaptif dan Transformatif’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:02 WITA

Wisata Flores–Laing Lewe, Pantai Berpasir Putih dan Laut yang Tenang di Manggarai Timur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:22 WITA

Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas PK Ende Naik Tahap Penyidikan, Tim Penyidik Kejari Segera Turun ke 40 Sekolah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:05 WITA

PSSI Ende Tunjuk Cicih Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flores Timur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende

Berita Terbaru