MAUMERE, FLORESPOS.net-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan satu-satunya kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki layanan darurat 112 untuk pelayanan masyarakat.
Pelayanan darurat 112 aktif selama 24 jam dan beroperasi 7 hari penuh dalam seminggu sehingga masyarakat bisa mengadukan berbagai persoalan dan kejadian yang langsung ditangani.
“Jadi di TTU itu punya layanan darurat yang di NTT baru kita yang punya. Dia melakukan pelayanan 1×24 jam 7 hari. Ya tidak ada libur. Sehingga masyarakat kita sekarang sudah terbiasa,” ujar Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Dellasale Kebo saat ditemui di Maumere, Rabu (11/2/2026).
Falent sapaan karibnya menjelaskan, apapun kondisinya masyarakat tinggal menekan angka 112 di telepon dan langsung terhubung dengan server dan operator yang segera mencatat dan menindaklanjuti laporan yang masuk.
Semua laporan yang masuk akan langsung terhubung dengan instansi terkait yang mempunyai kewenangan menanganinya seperti BPBD, SAR, Polres, Kodim, rumah sakit dan pemadam kebakaran.
“Kita melakukan kerjasama dengan semua stakeholder yang ada sehingga.. Tidak ada kondisi emergensi apapun yang tidak dibantu oleh pemerintah daerah,” terangnya.
Bupati berusia 49 tahun ini mengatakan, hadirnya layanan darurat 112 bebas pulsa ini sebagai langkah pemerintah daerah mendekatkan pelayanan publik langsung kepada masyarakat.
Layanan ini membuktikan bahwa pemerintah TTU tidak tidur, sebab meskipun raga kita tidur tetapi telinga kita tidak tidur dan tetap mendengar keluhan masyarakat.
Falent bercerita mengenai beberapa laporan masyarakat yang langsung ditangani setelah satu jam laporan masyarakat diterima.
Ada ibu rumah tangga yang meminta bantuan mencarikan suaminya yang tidak pulang walau sudah tengah malam termasuk menangkap ular yang masuk ke dalam rumah warga.
“Saya cek petugas di lapangan ini sudah 3 jam belum berhasil juga ditangani padahal target kami satu jam sudah bisa ditangani.Ternyata petugas kami disuruh menangkap ular.Petugasnya bilang bapak mau marah kami kami terima sebab kami tidak ada pelatihan menangkap ular,” ucapnya.
Falent menjelaskan, meskipun warga yang menelepon terburu-buru dan tidak menyebutkan nama serta alamatnya, server bisa membaca secara detail nama penelepon,nomor telepon,lokasinya dan lain sebagainya.
Wisatawan yang sedang berada di TTU dan terbiasa menelepon layanan darurat 911 maka dengan sendirinya akan terhubung ke layanan darurat 112 sehingga bisa langsung ditangani laporannya.
“Layanan darurat 112 merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan mudah diakses.Tugas pemerintah menjamin agar masyarakat mendapatkan pelayanan dengan baik. Termasuk rasa aman dan nyaman selama berada di daerah kami,” pungkasnya.
Layanan darurat Call Center TTU Siaga 112 ini pasca launching 22 Mei 2025 lalu, hingga Desember 2025 telah menerima sebanyak 4.428 panggilan darurat masuk ke sistem pelayanan ini.
Dari jumlah tersebut, 4.425 panggilan berhasil diteruskan ke petugas terkait dan 4.024 panggilan berhasil dijawab dengan rata-rata tingkat respons di atas 90 persen.
Pencapaian ini menunjukan komitmen Pemerintah Kabupaten TTU dalam memastikan akses cepat dan responsif terhadap layanan kegawatdaruratan yang dialami masyarakat. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










