MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mendorong penguatan ekonomi desa melalui sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku UMKM, sektor perbankan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Forum Kolaborasi Ekonomi Desa Kabupaten Sikka Tahun 2026 yang digelar di Maumere, Kamis (12/3/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PMD Kabupaten Sikka Ferdinandus Florianus, mengatakan, pembangunan desa saat ini harus diarahkan pada penguatan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan, tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur.
“Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan potensi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Ferdinandus, BUMDes memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi desa, karena mampu mengelola dan mengorganisir berbagai potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat desa.
Di sisi lain, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG membuka peluang besar bagi desa untuk terlibat dalam rantai pasok pangan lokal, mulai dari produksi, pengolahan hingga distribusi bahan pangan.
“Jika BUMDes, UMKM desa, serta sektor perbankan dapat bersinergi dengan baik, maka akan terbentuk ekosistem ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ferdinandus menegaskan, forum kolaborasi ini menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan nyata antara BUMDes, UMKM, SPPG dan lembaga perbankan dalam memperkuat ekonomi desa di Kabupaten Sikka.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Sikka Petrus Kanisius Belalo, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini diikuti oleh tenaga ahli pendamping desa dan pendamping desa.
FGD juga diikuti oleh pimpinan Bank Himbara dan Bank NTT, para Direktur BUMDes, Kepala SPPG, Asosiasi Pelaku UMKM Sikka, Katimker Penyuluh Pertanian serta jajaran Dinas PMD Kabupaten Sikka.
Menurutnya, FGD ini membahas sejumlah isu strategis antara lain arah kebijakan ketahanan pangan dan ekonomi desa, potret pengelolaan BUMDes di Kabupaten Sikka, serta sharing session dari sektor perbankan, pelaku UMKM, penyuluh pertanian, hingga pengelola BUMDes.
Melalui forum ini diharapkan lahir model kemitraan ekonomi desa yang konkret antara BUMDes, UMKM, SPPG MBG dan perbankan, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal untuk mendukung program MBG.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa.
FGD Forum Kolaborasi Ekonomi Desa ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pencapaian SDGs Desa, terutama dalam mewujudkan desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, pertumbuhan ekonomi desa yang merata, serta kemitraan pembangunan desa yang kuat.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka optimistis desa-desa di wilayah itu dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis potensi lokal dan berdaya saing. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










