DPRD Manggarai Barat Rekomendasikan 5 Hal Kepada Kemenhub RI - FloresPos Net

DPRD Manggarai Barat Rekomendasikan 5 Hal Kepada Kemenhub RI

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rikardus Jani

Rikardus Jani

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT rekomebdasikan 5 hal kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI) terkait pembaruan Normatif Pengaturan Kapal Wisata di daerah itu, Mabar.

Dalam rekomendasi DPRD  No. 100.1.4.2/DPRD/II/2026 tentang Penataan dan Penguatan Tata Kelola di wilayah perairan Labuan Bajo yang diperoleh media ini di Labuan Bajo belum lama berlalu dari Wakil Ketua I DPRD Mabar, Rikardus Jani via WA,  di antaranya disebutkan, bahwa dalam perspektif negara hukum (rechtstaat), setiap tindakan pemerintahan wajib memiliki dasar norma yang jelas dan dapat diprediksi.

Selain ada Rikardus Jani, dalam rekomendasi tersebut juga tertera nama Ketua DPRD Mabar Benediktus Nurdin dan Wakil Ketua II Dewan setempat Sewargading S. J. Putera.

Namun dalam rezim Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, tidak terdapat definisi maupun klasifikasi eksplisit mengenai “kapal wisata”.

Baca Juga :  DPRD Manggarai Barat Soroti Rencana Penurunan APBD Perubahan, Termasuk PAD

Kondisi ini menimbulkan kekosongan hukum (rechtsvacuum), kekaburan norma (vage normen), serta perluasan diskresi administratif yang berpotensi mengurangi kepastian hukum dan proporsionalitas.

Kapal wisata memiliki karakteristik operasional yang berbeda dari angkutan laut niaga reguler maupun pelayaran rakyat. Ia merupakan bagian dari ekosistem pariwisata bahari yang menyangkut keselamatan wisatawan, perlindungan konsumen, dan reputasi destinasi nasional.

DPRD Kabupaten Manggarai Barat merekomendasikan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk sejumlah hal. 1. Melakukan kajian normatif komprehensif terhadap pengaturan kapal wisata. 2.Merumuskan definisi dan klasifikasi kapal wisata secara eksplisit.

3.Menyusun standar keselamatan berbasis risiko (risk-base dregulation). 4.Mengatur mekanisme pengawasan dan penegakan hukum yang terukur dan ttransparan; 5.Melakukan harmonisasi antara keselamatan pelayaran dan kebijakan pariwisata nasional.

Baca Juga :  Mesti Buka “Bengkel” Kapal di Manggarai Barat

Pembentukan regulasi khusus merupakan konsekuensi logis dari prinsip negara hukum yang menempatkan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan sebagai satu kesatuan.

Rekomendasi ini merupakan wujud pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Manggarai Barat terhadap penyelenggaraan pemerintahan di bidang pelayaran dan pariwisata, sekaligus bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional dalam memastikan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan destinasi pariwisata Labuan Bajo.

DPRD menegaskan bahwa keselamatan pelayaran bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen negara dalam melindungi jiwa manusia, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan pembangunan pariwisata berjalan dalam koridor hukum yang pasti, adil, dan proporsional.

Melalui rekomendasi ini, DPRD berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, KSOP, Pemerintah Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, guna mewujudkan tata kelola kapal wisata yang aman, tertib, transparan, dan berkelanjutan. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Selamatkan Korban dan Pengungsi Gempa Bumi Flores, Aksi Flores Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana
Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah
Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue
PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029
Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:04 WITA

Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:18 WITA

Selamatkan Korban dan Pengungsi Gempa Bumi Flores, Aksi Flores Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah

Berita Terbaru