MAUMERE, FLORESPOS.net- Sebanyak 9 orang pekerja di bar dan karaoke Eltras yang berada di Kota Maumere menolak untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa KDM atau Kang Dedi Mulyadi.
Alasannya karena ini menyangkut privasi mereka dan mereka tidak mau diviralkan kemana-mana sehingga membuat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sikka dan Kasat Pol PP dan Damkar Sikka pun pulang menyampaikannya ke KDM yang sedang berada di Kantor TRuk F.
“Kami sampaikan silahkan kalau berkenan menemui 9 orang pekerja yang ada di mess. Klien kami tidak melarangnya,silahkan mereka bertemu dan menanyakan sendiri,” sebut Domi Tukan, kuasa hukum pemilik Eltras bar dan karaoke saat ditemui Senin (23/2/2026).
Domi menjelaskan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat bersama Kasat Pol PP dan Damkar Pemda Sikka pun menemui para pekerja di mess mereka.
Ia menyampaikan, para pekerja tersebut berada di dalam kamar dan pintunya dibuka sedikit dan saat disampaikan kedua pejabat Pemda Sikka ini para pekerja mengatakan mereka menolak bertemu KDM.
“Semalam kami bertemu dengan mereka dan mereka menolak bertemu dengan KDM dengan alasaan mereka tidak mau diviralkan apalagi KDM diketahui merupakan gubernur konten,” ujarnya.
Alasan kedua jelas Domi, orangtua mereka juga menyampaikan kepada mereka melalui telepon bahwa mereka tidak boleh bertemu KDM.
Ia menyatakan, alasan keseluruhan mereka tidak mau bertemu KDM karena alasan privasi, lalu mereka menyatakan bahwa mereka tidak punya persoalan dengan perusahaan sehingga mereka menolak untuk bertemu KDM.
Lanjutnya, kalau KDM datang bertemu juga mereka menolak sebab mereka tidak mau privasi mereka kemudian diviralkan kemana-mana karena mereka tidak sedang bermasalah.
“Mereka sedang baik-baik saja disini sehingga mereka menolak untuk bertemu Kang Dedi Mulyadi atau KDM,” ungkapnya.
Sebelumnya, menjawab pertanyaan awak media di kantor TRuK F saat dikatakan ada 11 pekerja lagi yang masih berada di Eltras Dedi sebutkan tergantung mereka bersedia tidak untuk kembali, mereka mengalami masalah apa tidak.
Ia mengaku mendengar ada 2 orang yang berada di Eltras bar dan karaoke sedang dalam keadaan hamil dan nanti dirinya akan identifikasi dan berkoordinasi dengan tim PPA Polda NTT dan Polres Sikka.
Apakah tidak sekalian membesuk mereka, dia katakan tergantung merekanya apakah mereka menginginkan tidak. Saat dikatakan kebetulan gubernurnya ada disini ia mengatakan nanti kita akan melihatnya.
“Kalau melihat pernyataan dari teman temanya tadi pernyataannya bahwa yang 11 orang itu sangat betah. Kan kita tidak boleh memaksa orang,” tuturnya.
Saat disebutkan, sekedar silahturahmi kan boleh, mereka kan warga Pak Gubernur juga, Dedi sebutkan ya nanti kita lihat, jangan memaksa. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










