Suasana Ramadan di Waiwerang Kota: Harga Takjil Naik, Penjual dan Pembeli Tetap Antusias - FloresPos Net

Suasana Ramadan di Waiwerang Kota: Harga Takjil Naik, Penjual dan Pembeli Tetap Antusias

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADONARA, FLORESPOS.net-Suasana menjelang waktu berbuka puasa di Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, pada Minggu (22/2/2026), terasa hangat meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Deretan penjual takjil mulai membuka lapak sejak sore hari, menawarkan beragam kue dan minuman untuk berbuka puasa.

Seorang pembeli takjil, Muhammad L. Ramadan Putra Bethan, yang akrab disapa Rama, mengatakan ia hampir setiap hari membeli gorengan untuk berbuka.

“Biasa beli takjil yang gorengan yang risol biasanya sa beli,” ujarnya, Minggu (22/2/2026), di Waiwerang Kota.

Rama menuturkan, ia biasanya menyiapkan uang antara Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk membeli takjil.

“Paling besar Rp.10.000, itu dapat 2 porsi isinya 8, terus paling kecil Rp. 5.000 dapat 4 itu satu porsi,” katanya.

Menurutnya, harga takjil tahun ini mengalami kenaikan dibanding Ramadan sebelumnya.

“Harganya naik karena Ramdhan tahun lalu itu biasanya 1 Rp. 1.000, sekarang 1 Rp.1.500. Jadi kalo beli lima ribu dapat 4,” jelas Rama.

Meski demikian, ia mengaku tetap membeli sesuai kebutuhan. Bagi Rama, porsi menjadi pertimbangan utama saat memilih takjil.

Baca Juga :  Marak Pengecer Ilegal di Flores Timur, Minyak Tanah Dijual di Atas Harga Eceran Tertinggi

“Lebih pilih porsi saja karna kalau lihat yang lebih banyak, beli itu. Intinya mengenyangkan,” ujarnya.

Terkait Ramadan tahun ini, Rama menilai suasananya tidak seramai dulu.

“Suasana ramadhan sekarang kayak kurang rame. Karena Ramadhan sekarang tu rata rata teman-teman tu ada yang sudah kuliah, ada yang merantau, ada yang sudah tamat pergi kerja. Jadi rata-rata sudah pergi merantau semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang penjual takjil di Waiwerang Kota, Athifa Putri Ridhaini, yang biasa disapa Ifa mengatakan suasana jualan pada hari keempat Ramadan masih terbilang biasa.

“Puasa di hari ke-empat ini kek biasa saja, diawal puasa hari pertama yang ramai,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Ifa menjual lima jenis takjil, yakni kue nona manis, kue sampan, risol, brownies, dan es campur.

“Kalau di saya tu takjilnya itu ada 4 jenis kue, ada kue nona manis, kue sampan, risol dan brownies, terus ada juga 1 es campur. Nah yang paling cepat habis setiap hari tu kue nona manis,” jelasnya.

Baca Juga :  Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 72, Dapat Rp4 Juta

Menurut Ifa, pembeli biasanya mulai berdatangan pada pukul 16.00 hingga menjelang waktu berbuka.

“Biasanya pembeli datang beli takjil tu jam empat sampe limaan pas mau menjelang berbuka begitu,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dagangannya kerap habis sebelum azan Magrib berkumandang.

“Iya, dagangan tu sering habis sebelum buka, karna pembeli sekali beli tu banyak,” ujarnya.

Untuk harga, Ifa menjual takjil dengan kisaran Rp2.000 hingga Rp5.000.

“Kalau untuk harga takjil tu kisaran Rp. 2.000 sampai Rp. 5.000-an kalau aku jualnya, kuenya Rp.5.000 dapat 4, terus esnya Rp. 5.000 saja,” jelasnya.

Meski suasana Ramadan tahun ini terasa lebih tenang, aktivitas jual beli takjil tetap menjadi bagian dari tradisi menjelang berbuka di Waiwerang Kota.

Aroma kue dan gorengan yang tersaji di sepanjang jalan menambah nuansa khas Ramadan, menghadirkan kehangatan sederhana di tengah kebersamaan masyarakat. *

Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua
Ajak Rakyat Flores Bangkit, PMI Sumut Dilepas Ketua PMI Kabupaten Ende
Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara
BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT
Bingkisan Kasih Julie Laiskodat, 1 Ton Beras untuk Penyintas Lewotobi Laki-laki Seminari San Dominggo
Bupati Sikka Sebutkan Pemda Sikka Koordinasi Pesawat Angkut Jenasah Korban Penembakan KKB di Papua ke Maumere
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WITA

Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua

Sabtu, 12 September 2026 - 20:34 WITA

Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka

Sabtu, 12 September 2026 - 20:29 WITA

Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua

Sabtu, 12 September 2026 - 13:49 WITA

Ajak Rakyat Flores Bangkit, PMI Sumut Dilepas Ketua PMI Kabupaten Ende

Sabtu, 12 September 2026 - 12:24 WITA

Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara

Berita Terbaru