MAUMERE, FLORESPOS.net-Dalam rangka merayakan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 dan khususnya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) yang ke-12 tanggal 14 Februari, organisasi wartawan ini melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
Usia 12 tahun bukanlah sebuah perjalanan usia yang mudah bagi sebuah organisasi dimana tentunya AWAS sebagai sebuah organisasi, pasti secara internal punya tantangan dan dinamika itu sendiri dan secara eksternal juga demikian.
“Sebagai sebuah organisasi yang mewadahi kurang lebih ada 35 jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Sikka, kami tetap hadir menjadi garda terdepan untuk menyampaikan informasi yang akurat,”” sebut Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) Mario W.P.Sina, Sabtu (14/2/2026).
Mario menegaskan, AWAS melalui wartawan-wartawan yang bertugas di Kabupaten Sikka selalu menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.
AWAS juga menyampaikan kritik dan kontrol sosial kepada pemerintah, dan juga terus hadir untuk mencerahkan kepada publik Nian Tana Sikka yang kita cintai.
Tahun 2026 AWAS memilih untuk merayakan HUT yang ke-12 dengan cara yang sedikit berbeda.
“Pada tahun sebelumnya kami merayakan dengan menggelar kegiatan dialog terbuka bersama berbagai stakeholder yang berlangsung di kantor Bupati Sikka,” terangnya.
Namun pada usia yang ke-12 sebut Mario, AWAS berpikir bahwa kehadirannya tidak bisa sekedar merayakan dengan kegiatan yang sifatnya seremonial saja, perlu suatu aksi yang lebih nyata.
Oleh karena itu Ultah AWAS ke-12 tahun 2026 mengusung tema kegiatan “AWAS Peduli, Hijaukan Sikka” yang kemudian mengkongkritkan dan mewujudkan dalam beberapa rangkaian kegiatan yang mulai berlangsung pada tanggal 12 Februari 2026.
Pada tanggal 12 Februari, kegiatan awas peduli, dilakukan lewat memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga yang terkena musibah kebakaran di desa Hewopuat, Kecamatan Hewokloang.
“Kemudian pada hari ini, pada hari puncak, kami menghadirkan dua rangkaian kegiatan. Pertama adalah penghijauan dengan melaksanakan penanaman bakau dan kedua adalah operasi pasar murah menggandeng Perum Bulog Cabang Maumere,” terangnya.
Mario menyebutkan, AWAS percaya bahwa melalui aksi penghijauan ini bahwa kondisi pesisir pantai Desa Nangahale cukup memprihatinkan dengan adanya abrasi.
Dirinya mengharapkan bahwa dengan kegiatan penanaman bakau yang dilakukan ini, walaupun kecil dengan jumlah anakan yang ditanam kurang lebih ada 270 anakan, namun tentu menjadi kontribusi yang berharga.
AWAS dan segenap wartawan di Kabupaten Sikka berharap penanaman bakau ini sangat bermanfaat untuk menjaga pelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir di Desa Nangahale.
Mario atas nama rekan-rekan wartawan berjumlah kurang lebih ada 35 orang dari berbagai platform media baik cetak,online, radio dan televisi menyampaikan terima kasih yang berlimpah kepada semua pihak.
Mereka yang telah memberikan dukungan baik moral maupun material demi sukses pelaksanaannya kegiatan AWAS sejak tanggal 12 hingga tanggal 14 Februari 2026.
“Terima kasih kepada pemerintah Desa Nangahale dan masyarakat serta segenap pihak yang terlibat dan mendukung kegiatan yang kami lakukan,” ucapnya.
Mario menyampaikan,semoga dukungan dari semua pihal dapat memperkuat organisasi AWAS dan menjadikan AWAS ke depan lebih matang, menjadi lebih solid secara internal dan menjadi mata dan telinga bagi warga Kabupaten Sikka.
Sementara itu Kapolsek Waigete, AKP I Wayan Artawan mengucapkan terima kasih dimana AWAS sudah bisa melibatkan kepolisian dalam kegiatan penanaman bakau di wilayah kerja Polsek Waigete.
Artawan mengharapkan AWAS tidak saja mewartakan berita-berita tetapi juga menjadi corongnya polisi untuk mewartakan berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) ang selama ini telah terjalin baik.
“Saya ucapkan terima kasih kepada AWAS yang sudah mengajak dan memotivasi masyarakat dalam filosofi bagaimana kita menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Artawan menegaskan,apabila kita bisa bersahabat dengan alam maka alam bisa memberikan kontribusi kenyamanan terhadap kita.
Lanjutnya, menjaga hubungan manusia dengan makluk ciptaanNya, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alamnya.
“Saat 30 tahun yang lalu saya bertugas di Talibura saya masih bisa menikmati sebuah helipad dan lapangan bola voly di pesisir pantai Desa Nangahale namun sekarang semuanya tinggal ceritera karena terkena abrasi [antai,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










