BTNK Diminta Bantu UMKM di TNK - FloresPos Net

BTNK Diminta Bantu UMKM di TNK

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) diminta membantu peningkatan perekonomian masyarakat 3 desa di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), antara lain pemasaran hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Karena TNK otorita dari BTNK.

Demikian Melkior Samsudin, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Florespos.net di Labuan Bajo ibu kota Mabar, Senin (29/6/2026).

Menurut Sekcam yang akrab disapa Melky Sulu itu, tiga desa yang ada dalam kawasan TNK yakni Desa Komodo di Pulau Komodo dan sekitarnya, Desa Papagarang dan sekitarnya, serta Desa Pasir Panjang di Pulau Rinca dan sekitar.

Bantuan dimaksud, ungkap Sulu, di antaranya memasukan hasil karya UMKM setempat berupa gantungan kunci, gelang dan kalung, dalam satu paket dengan harga tiket yang dijual kepada wisatawan yang hendak melancong di TNK. Dengan begitu, UMKM setempat terbantu, hasil karya mereka pasti laku terjual, pasarnya jelas, difasilitasi langsung oleh BTNK selaku otorita kawasan.

Sejauh ini, kata Sulu, banyak UMKM di 3 desa di TNK yang memajangkan hasil karya di kawasan TNK, seperti di Loh Liang Pulau Komodo.

Baca Juga :  Bupati dan DPRD Mabar Setujui Nama Jalan Suster Virgula

Karya-karya tangan UMKM tersebut di antaranya berupa gantungan kunci, kalung, gelang, dan patung komodo dari berbagai ukuran. Hasilnya tak menentu, tergantung laku tidaknya barang dagangan itu.

Tetapi dangan menjadikan gantungan kunci atau gelang atau kalung satu paket dangan tiket masuk TNK oleh pihak BTNK, itu sama seperti memberikan kepastian pasar karya-karya tangan UMKM setempat. Tiket masuk TNK adalah kewenangan Pemerintah Pusat (Pempus) yang instansi lapangannya adalah BTNK.

“Saya berharap tiket masuk TNK dari BTNKA itu include (termasuk gantungan kunci dari UMKM-UMKM dalam kawasan TNK. Itu sangat membantu mereka, batu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” komentar Sulu.

Apalagi, lanjut Sulu, harga tiket masuk kawasan TNK sekarang sudah naik. Mungkin itu pas dengan memasukan gantungan kunci atau gelang atau kalung menjadi satu kesatuan dengan tiket, jadi satu paket dengan tiket dimaksud.

“Kalung atau gelang atau gantung kunci kecil, yang ada ukiran komodo atau apalah itu jadi manisnya masyarakat. Wisatawan pasti mau yang unik-unik itu. Kalau patung komodo besar mungkin mereka tidak mau,” katanya lagi.

Baca Juga :  Wabub Weng Tidak Setuju KPH Manggarai Barat Gabung Manggarai

Dengan kebijakan ini, masyarakat atau UMKM-UMKM di 3 desa di TNK pasti kontinyu menyediakan karya-karya mereka. Bisa saja mereka bekerja sama dengan masyarakat daratan di luar TNK terkait konuitas stok/ketersedian bahan baku, tutup Sulu.

Pada tempat terpisah, Kepala Desa Komodo, Haji Aksan, mengatakan, yang disampaikan Sekcam Komodo adalah pikiran yang baik.

Selama ini pihak BTNK jika ke Desa Komodo sepertinya hanya bicara konservasi. Minta warga lestarikan alam lingkungan, termasuk binatang purba Komodo. Kalau omong uang mereka sepertinya tidak, ujar Aksan.

Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, ketika hendak ditemui media ini di kantornya di Labuan Bajo, Senin (29/6/2026), sedang tidak berada di tempat.

“Pa Kepala baru saja pergi. Tidak tahu ke mana perginya,” komentar sejumlah anak praktek di kantor BTNK Labuan Bajo siang itu.

Dalam berbagai kesempatan Bupati Mabar, Edistasius Endi, mengatakan, TNK secara wilayah adminstrasi bagiannya Kabupaten Manggarai Barat. Tapi kewenangan mengelola TNK berada di tangan Pemerintah Pusat dan di lapangannya adalah pihak BTNK. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas
Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere Masih Buka Pendaftaran
Stikes Santa Elisabet Keuskupan Maumere Laksanakan Dies Natalis Kedua, Momentum Merefleksi Perjalanan
Perarakan Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara Awali Rangkaian Festival Golo Koe 2026
Deklarasi Pembentukan DANE, Djafar Tegaskan Tak Ada Urusan dengan Politik
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Senin, 13 Juli 2026 - 15:35 WITA

Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WITA

Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 11:47 WITA

Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:59 WITA

Stikes Santa Elisabet Keuskupan Maumere Laksanakan Dies Natalis Kedua, Momentum Merefleksi Perjalanan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal

Senin, 13 Jul 2026 - 15:35 WITA

Nusa Bunga

Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas

Senin, 13 Jul 2026 - 11:47 WITA