Dugaan Kasus TPPO Pekerja Pub di Maumere Seperti Apa Penanganannya - FloresPos Net

Dugaan Kasus TPPO Pekerja Pub di Maumere Seperti Apa Penanganannya

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Satuan Reskrim Polres Sikka bersama Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRuK-F) dan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Sikka mengamankan belasan pekerja Lady Companion (LC) dari Pub Eltras di Kota Maumere, Jumat, (23/1/2026) lalu.

Sat Reskrim Polres Sikka pun telah menerima laporan dan pengaduan baik dari seorang pekerja di pub tersebut maupun lembaga TRuK F dan sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

“Pemeriksaan klien kami sama sekali belum mengarah kepada kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kontrak kerja,” sebut Domi Tukan pengacara pemilik Pub Eltras, Selasa (4/2/2026).

Domi menegaskan, kliennya hanya sebagai terlapor sehingga pihak yang melapor yang harus membuktikan dan pihaknya akan berupaya maksimal membela klien mereka.

Ia mempersoalkan laporan yang dilakukan oleh TRuK F dan mempertanyakan hal ini sebab kalau pengacara maka akan sebut nama atau nama kantornya.

Dirinya bertanya, apakah boleh atau tidak TRuK F melapor, jangan sampai mereka boleh melapor dan polisi menerima saja laporannya.

Baca Juga :  8 Warga Mabar Terpapar Kusta

“Kami sebagai pengacara kalau mewakili korban untuk melapor kami harus mendapatkan kuasa khusus secara tertulis untuk melaporkan perihal apa yang dilaporkan oleh klien kami,” terangnya.

Dirinya bingung dalam laporan kliennya ditempatkan Pasal TPPO dan sementara masih berlanjut dalam penyelidikan malah kelihatan ditekan aga segera, segera dilaksanakan gelar perkara.

Alfons Hilarius Ase juga mempertanyakan hal ini seraya memperlihatkan surat panggilan tanggal 2 Januari 2026 dari Sat Reskrim Polres Sikka untuk kliennya.

“Di surat ini disebutkan bahwa penyelidik Polres Sikka sedang melakukan penyelidikan terhadap pengaduan dari TRuK F,” ungkapnya.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga kepada awak media mengatakan Sat Reskrim Polres Sikka sedang menangani kasus ini secara professional dan berlandaskan hukum.

Dia menerangkan penyelidikan sedang berjalan untuk bisa memastikan apakah terdapat unsur pidana, eksploitasi ataukah dugaan tindak pidana perdagangan orang.

Baca Juga :  Direktur RS TC Hillers Maumere Sudah Ajukan Pengunduran Diri Sejak Juni 2025, Apa Alasannya?

“Masyarakat tidak boleh takut melapor apabila mengetahui atau mengalami praktik kerja yang menekan kebebasan, merugikan atau mengarah pada eksploitasi, khususnya terhadap perempuan dan kelompok rentan,” pesannya.

Sementara itu TRuK F kepada awak media mempertanyakan penanganan kasus yang dilaporkan pihaknya dan berencana untuk mendatangi Mapolres Sikka guna mempertanyakan penanganan kasusnya.

Suster Ika darri TRuK F meminta agar Polres Sikka mempercepat proses penanganan kasus yang dilaporkan sebab sebanyak 13 LC asal Pub Eltras yang sedang ditampung lembaganya minta dipulangkan ke daerah asal.

Dia mencontohkan kasus 2021 lalu dimana para korban setelah diambil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) langsung disumpah, kemudian diizinkan pulang ke daerah asal mereka.

“Ini penting agar para korban yang ingin kembali ke daerah asal tetap bisa memberikan keterangan yang sah di persidangan meski mereka tidak lagi berada di Maumere,” tuturnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Berita ini 162 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Berita Terbaru