LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Dari sekian banyak hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 5 di antaranya positif rabies. Dan dari 5 HPR itu semuanya anjing.
Demikian Yanuarius Saridin, Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Mabar menanggapi media ini belum lama berlalu di Labuan Bajo. Ada bersamanya Sekretaris Dinas PKH Emerensi Ima Jemat.
Saridin diminta tanggapan terkait perkembangan kasus rabies dan ASF di Mabar smester pertama Tahun 2023.
Diungkap Saridin, 5 kasus positif HPR Tahun 2023 tersebut, anjing khususnya, terjadi sejak Januari- Juni. Namun untuk manusia tidak ditemukan kasus rabies.
Masyarakat sekarang, demikian Saridin, sudah tahu penanganan pertama (P3K) kalau digigit HPR, termasuk anjing. Seperti dicuci dengan deterjen pada luka gigitan di air mengalir dan sebagainya. Setelah itu petugas langsung beri VAR. Stok vaksin rabies di Dinas PKH selalu tersedia.
Sedangkan kasus ASF di Mabar untuk periode Januari-Juni 2023, ratusan babi terlapor mati. Dari 143.533 babi milik masyarakat setempat, 144 ekor diantaranya terlapor mati.
Sehubungan ASF, kata Saridin, Dinas bersangkutan selama ini terus melakukan edukasi tentang tindakan pencegahan. Dan rata- rata masyarakat sudah paham hal dimaksud. Sampai sekarang obat dan vaksin ASF belum ditemukan di seluruh dunia, ujarnya.
Diberitakan media ini sebelumnya, Wakil Bupati Mabar Yulianus Weng menyerukan, Flores mesti bersatu atasi ASF dan rabies. *
Penulis: Andre Durung/Editor:Anton Harus










