ADONARA, FLORESPOS.net-Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan serangan hama yang merusak tanaman jagung dan berpotensi menurunkan hasil panen.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah kebun warga, dengan kerusakan terlihat pada daun, batang, hingga buah jagung yang masih muda.
Seorang petani di Dua, Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Antonius Demon mengatakan tanaman jagung di kebunnya rusak akibat serangan hama, terutama babi hutan dan tikus.
“Yang masuk sekarang ini, pertama itu babi hutan, dia makan jagung sebelah sana, tadi dipotong habis jagung pulut itu karna sudah rusak semua,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Antonius menjelaskan, tikus juga merusak tanaman jagung hingga habis.
“Terus Tikus sebenarnya makan jagung sebelah sana, itu jagung habis di sana juga karna tikus makan. Jadi saya suruh orang mereka potong itu jagung yang sudah rusak,” katanya.
Ia menambahkan, hama ulat gerayak jarang ditemukan di kebunnya.
“Kalau ulat gerayak tu jarang ada di sa punya kebun, apalagi di jagung tu karena yang biasanya ada tu tikus, tikus tu yang paling banyak. Hanya itu yang masuk sekarang, yang lain tidak ada. Hanya ulat gerayak, babi hutan, dan tikus,” ujarnya.
Antonius menyebut tanaman jagung yang lebih dahulu ditanam mengalami kerusakan paling parah.
“Jagung yang tanam dulu, yang lain kan belum semua. Jadi yang tanam dulu tu rusak semua karna di makan habis itu jagung di sebelah sana,” katanya.
Senada disampaikan petani lainnya, Siana. Petani Desa Terong itu mengatakan kondisi tanaman saat ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah yang tidak merata.
“Kondisi tanaman saat ini lebih ke kondisi tanahnya Ada bagian tanah yang tidak subur, jadi lambat untuk tumbuh, Ada juga yang sebagian subur di waktu yang pas begitu,” ujarnya, Senin (25/1/2026).
Siana menjelaskan, hama ulat juga menyerang tanaman jagung.
“Untuk tanaman di Kebun yang terkena hama kayak ulat biasanya lebih ke tanaman jagung, dia kasi daun jagung tu rusak semua,” katanya.
Ia menyebut bagian tanaman yang paling banyak diserang adalah daun dan buah jagung muda.
“Di Kebun kami lebih banyak tanaman jagung, jdi Untuk lebih banyak di serang lebih ke tanaman jagung, mulai dari dia punya daun karna ulat makan, terus tikus makan jagung yang masih muda muda tu,” ujarnya.
Menurut Siana, tanaman jagung menjadi yang paling terdampak karena sedang memasuki musim tanam.
“Yang paling banyak kena tu jagung, karna lagi musimnya to jagung tu, jadi paling banyak ya jagung,” katanya.
Ia mengatakan dampak serangan hama dapat menyebabkan gagal panen atau penurunan hasil.
“Dampaknya, Tanaman jagung bisa bisa gagal panen, terus juga kalau jadi panen paling sedikit saja karna yang lainnya rusak,” ujarnya.
Untuk mengatasi hama, petani telah melakukan upaya pencegahan.
“Kami pake jaring di sekitar jagung tu biar paling tidak tikus tidak bisa makan itu jagungnya,” katanya. *
Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando










