Hama Serang Jagung Petani di Adonara Timur–Babi Hutan dan Tikus Jadi Penyebab Utama - FloresPos Net

Hama Serang Jagung Petani di Adonara Timur–Babi Hutan dan Tikus Jadi Penyebab Utama

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 16:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADONARA, FLORESPOS.net-Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan serangan hama yang merusak tanaman jagung dan berpotensi menurunkan hasil panen.

Serangan tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah kebun warga, dengan kerusakan terlihat pada daun, batang, hingga buah jagung yang masih muda.

Seorang petani di Dua, Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Antonius Demon mengatakan tanaman jagung di kebunnya rusak akibat serangan hama, terutama babi hutan dan tikus.

“Yang masuk sekarang ini, pertama itu babi hutan, dia makan jagung sebelah sana, tadi dipotong habis jagung pulut itu karna sudah rusak semua,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Antonius menjelaskan, tikus juga merusak tanaman jagung hingga habis.

“Terus Tikus sebenarnya makan jagung sebelah sana, itu jagung habis di sana juga karna tikus makan. Jadi saya suruh orang mereka potong itu jagung yang sudah rusak,” katanya.

Ia menambahkan, hama ulat gerayak jarang ditemukan di kebunnya.

“Kalau ulat gerayak tu jarang ada di sa punya kebun, apalagi di jagung tu karena yang biasanya ada tu tikus, tikus tu yang paling banyak. Hanya itu yang masuk sekarang, yang lain tidak ada. Hanya ulat gerayak, babi hutan, dan tikus,” ujarnya.

Baca Juga :  Maxim Ende Bantu Pemasangan Listrik Dua Rumah Warga di Jalan Durian

Antonius menyebut tanaman jagung yang lebih dahulu ditanam mengalami kerusakan paling parah.

“Jagung yang tanam dulu, yang lain kan belum semua. Jadi yang tanam dulu tu rusak semua karna di makan habis itu jagung di sebelah sana,” katanya.

Senada disampaikan petani lainnya, Siana. Petani Desa Terong itu mengatakan kondisi tanaman saat ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah yang tidak merata.

“Kondisi tanaman saat ini lebih ke kondisi tanahnya Ada bagian tanah yang tidak subur, jadi lambat untuk tumbuh, Ada juga yang sebagian subur di waktu yang pas begitu,” ujarnya, Senin (25/1/2026).

Siana menjelaskan, hama ulat juga menyerang tanaman jagung.

“Untuk tanaman di Kebun yang terkena hama kayak ulat biasanya lebih ke tanaman jagung, dia kasi daun jagung tu rusak semua,” katanya.

Baca Juga :  Sejumlah Terobosan Dilakukan Direktur Baru RSUD Bajawa

Ia menyebut bagian tanaman yang paling banyak diserang adalah daun dan buah jagung muda.

“Di Kebun kami lebih banyak tanaman jagung, jdi Untuk lebih banyak di serang lebih ke tanaman jagung, mulai dari dia punya daun karna ulat makan, terus tikus makan jagung yang masih muda muda tu,” ujarnya.

Menurut Siana, tanaman jagung menjadi yang paling terdampak karena sedang memasuki musim tanam.

“Yang paling banyak kena tu jagung, karna lagi musimnya to jagung tu, jadi paling banyak ya jagung,” katanya.

Ia mengatakan dampak serangan hama dapat menyebabkan gagal panen atau penurunan hasil.

“Dampaknya, Tanaman jagung bisa bisa gagal panen, terus juga kalau jadi panen paling sedikit saja karna yang lainnya rusak,” ujarnya.

Untuk mengatasi hama, petani telah melakukan upaya pencegahan.

“Kami pake jaring di sekitar jagung tu biar paling tidak tikus tidak bisa makan itu jagungnya,” katanya. *

Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA