ENDE, FLORESPOS.net-Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, Sabtu (10/1/2026) secara serempak di seluruh Indonesia. Memperingati usia partai yang makin matang, PDI Perjuangan terus memberikan perhatian dan kepedulian kepada rakyat kecil dan yang terpinggirkan.
“PDI Perjuangan yang lahir dari rakyat akan terus bersama rakyat. Sebagai partai yang hadir dari hati nurani rakyat, PDI Perjuangan akan selalu dan akan terus bersama rakyat. PDI Perjuangan partainya orang kecil akan terus memberikan hati dan seluruh perjuangannya kepada rakyat kecil yang terpinggirkan.
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupate Ende, Kalisetus Gebo ketika menyerahkan bantuan sembako untuk anak-anak Panti Asuhan Bhakti Luhur Ende yang dikelola oleh bruder-beruder ALMA, Sabtu (10/1/2026).
Panti asuhan yang mengasuh anak-anak terlantar dan berkebutuhan khusus di Kelurahan Roworena, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Provinsi NTT mendapatka perhatian dari DPC PDI Perjuangan. Pada kesempatan ini DPC PDI Perjuangan membawa bantuan sembako berupa beras, telur, mi instan dan beberapa bahan pokok lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Kalis Gebo juga menyampaikan permohonan maaf Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda yang tidak bisa hadir di Panti Alma. Saat ini Ketua DPC Perjuangan yang juga Bupati Ende bersama sekretaris, bendahara dan sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ende sedang berada di Jakarta untuk menghadiri perayaan HUT PDI Perjuangan tingkat nasional di Jakarta.
Pemimpin Panti Asuhan Bhakti Luhur, Br. Oferus Kehi, Alma menyampaikan terima kasih atas perhatian DPC PDI Perjuangan. Menurut, Bruder Oferus, bantuan sembako yang diserahkan DPC PDI Perjuangan nilainya sangat besar bagi panti dan anak-anak penghuninya.
Panti Asuhan Bhakti Luhur saat ini mengasuh 23 anak terlantar dan berkebutuhan khusus. Semua anak panti disekolahkan, baik di sekolah umum maupun sekolah luar biasa.
“Kami mengasuh 23 anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur. Terdapat 5 anak terlantar dan sebanyak 18 anak berkebutuhan khusus atau disabilitas. Anak-anak ini semuanya disekolahkan. Anak terlantar yang normal bersekolah di sekolah umum. Sementara anak berkebutuhan khusus sekolah di sekolah luar biasa di Jalan Nagka dan Ipi. Anak-anak ini sekolah pada tingkat taman-kanak-kanak hingga SMA. Sekali lagi atas nama anak-anak, kami sampaikan terima kasih kepada PDI Perjuangan. Kami doakan semoga PDI Perjuangan akan terus berjaya,” kata Bruder Oferus.
Pada kunjungan ini, hadir sejumlah pengurus, kader, serta simpatisan PDI Perjuangan, Kalisetus Gebo, Siprianus Gharu, Gusti Ndopo, Emiliana, Yohanes Brechmans, Afra Babo, Eno, Alex Pati, dan sejumlah kader lainnya.*
Penulis : Anton Harus
Editor : Wentho Eliando










