KUPANG, FLORESPOS.net-Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT memperketat pengawasan distribusi dan harga sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Pengawasan ini dilakukan Ombudsman Perwakilan NTT untuk mencegah praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berpotensi merugikan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTT, Yosua P. Karbeka, \bersama jajaran dalam melakukan pemantauan langsung ke Gudang Perum Bulog Kanwil NTT, Selasa (23/12).
“Pemantauan ini bertujuan memastikan kesiapan stok pangan serta kepatuhan Bulog dalam pengendalian harga di pasaran,” sebut Yosua.
Dalam pertemuan dengan Asisten Manajemen Logistik Bulog Kanwil NTT, Dwi Cahyo Prasetyo, dan Kepala Gudang Logistik Yogi Bore, Bulog menegaskan bahwa seluruh mitra resmi wajib mematuhi HET yang telah ditetapkan.
Adapun HET tersebut meliputi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Rp13.100 per kilogram sedangkan gula pasir dan minyak goreng dijual dengan harga komersial.
“Bulog menekankan bahwa seluruh mitra resmi dilarang menjual sembako melebihi HET yang telah ditetapkan,” ujar Dwi.
Menjelang Nataru, Bulog memastikan stok pangan di NTT dalam kondisi aman. Saat ini tersedia 2.168 ton beras SPHP, dengan tambahan pasokan sekitar 6.000 ton dari NTB dan Jawa Timur.
Selain itu, Bulog juga menguasai 175 ton beras premium, 315 ton gula pasir, serta 64 ribu liter minyak goreng.
Gudang Bulog Alak melayani distribusi untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










