APH Diminta Selidiki Dugaan Warga Luar Desa Labolewa Jadi Penerima Ganti Untung - FloresPos Net

APH Diminta Selidiki Dugaan Warga Luar Desa Labolewa Jadi Penerima Ganti Untung

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 06:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waduk Lamb- Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Waduk Lamb- Mbay, Kabupaten Nagekeo.

MBAY, FLORESPOS.net-Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Waduk Mbay-Lambo di Kabupaten Nagekeo, NTT, terus berjalan. Namun, sebagian warga dari tiga desa, yakni Desa Labolewa, Desa Rendu Butowe, dan Desa Ulupulu, masih menunggu pembayaran ganti untung atas tanah mereka yang digunakan untuk proyek tersebut.

Hingga saat ini, masih tersisa 127 bidang tanah yang belum dibayar oleh pemerintah, dengan total nilai ganti untung kurang lebih sekitar 70-an miliar rupiah.

Di tengah tuntutan masyarakatagar pemerintah segera menyelesaikan pembayaran ganti untung,muncul persoalan baru terkait warga penerima ganting untung tanah Waduk Mbay-Lambo.

Hassil penelusuran ditemukan nama Hairul Ikhsan pada tabel daftar nama-nama pemilik bidang tanah di Desa Labolewa yang telah diusulkan oleh BPN Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga :  Fraksi PAN Ngada  Minta Ranperda RTRW Mesti Mengatur  Wilayah CA di Riung

Nomor peta bidang 550 atas nama Hairul Ikhsan, dengan luas 2.303 meter persegi dan besar ganti untung Rp 265.050.000, terdapat pada penlok 1.

Tokoh adat yang juga mantan Kepala Desa Labolewa, Marsel Ladho, menegaskan bahwa nama Hairul Ikhsan bukan warga Desa Labolewa.

“Saya pastikan nama itu bukan warga Labolewa. Kenapa nama itu bisa muncul di Labolewa? Siapa yang kasih masuk nama itu dalam peta bidang di Labolewa?” tanya Marsel Ladho, saat di konfirmasi Florespos.net, Rabu (10/12/2025).

Warga Dea Labolewa meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan, siapa yang memasukkan nama orang yang bukan warga Labolewa dalam tabel pada ganti untung tersebut.

Baca Juga :  Jenazah Sekda Nagekeo Lukas Mere Tiba Besok, Penghormatan Terakhir di Kantor Daerah

Warga Desa Labolewa, Rendu Butowe, dan Ulupulu berharap agar pemerintah dapat segera menyelesaikan pembayaran ganti untung yang belum dibayar dan melakukan penyelidikan yang transparan dan akuntabel tentang dugaan penyalahgunaan nama dalam ganti untung tersebut.

Kepala BPN Belum Tahu

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nagekeo Mochamad Sauki yang dihubngi Florespos.net, Rabu (10/12/2025) mengaku belum tahu adanya nama yang dimaksud.

“Kalau bisa ke kantor ketemu dengan staf saya. Biar kita cek sama-sama. Karena saya baru di Nagekeo,” ujarnya singkat, Rabu (10/12/2025) sore.

Untuk diketahui, total bidang yang telah terbayar adalah 408 bidang, dengan total luas terbayar 376.505 Ha dan nilai ganti rugi Rp162.167.830.000.*

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat
BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga
Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Berita ini 1,022 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:55 WITA

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:28 WITA

BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Berita Terbaru