ENDE, FLORESPOS.net-Harapan dari warga Desa Aelipo, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Provinsi NTT untuk menikmati listrik negara akan terjawab.
PT. PLN memastikan akan memasang jaringan listrik ke Desa Aelipo pada awal tahun depan melalui program listrik desa.
“Untuk Desa Aelipo sebenarnya tahun ini sudah terealisasi tetapi waktu sudah mepet dan sudah masuk musim hujan maka kemungkinan di tahun 2026 di semester satu”.
Kata Manager PLN ULP Ende, Immer R. Pakpahan kepada Florespos.net, di ruang kerjanya, Kamis (20/11/2025) siang.
Ia mengatakan pemasangan jaringan listrik ke Aelipo tidak ada masalah lagi karena BKSDA juga sudah memberikan izin atau persetujuan.
“Terkait hutan konservasi tidak ada masalah lagi karena sudah mendapatkan izin atau persetujuan dengan BKSDA”.
Jarak pemasangan jaringan ke Desa Aelipo dari Maurole sekitar 3,2 kilometer. PLN sudah menargetkan diawal tahun 2026 atau semester satu sudah terealisasi karena harapan masyarakat juga menjadi harapan dari PLN.
Sebelum memasang jaringan, kata Immer, PLN akan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sekolah yang ada di desa tersebut.
“Sebelum terealisasi kita sambung tahan dulu dengan PLTS atap kecil untuk sekolah yang di Aelipo. Kita nyalakan dulu yang di sekolah,” katanya.
Hingga saat ini di Kabupaten Ende terdapat tiga desa dengan dua puluh lebih titik yang belum terpasang jaringan listrik PLN. Tiga desa tersebut yaitu Desa Wolokota dan Nila di Kecamatan Ndona dan Desa Aelipo di Kecamatan Wewaria.
Rasio elektrifikasi di Kabupaten Ende sudah mencapai 98,8, lebih tinggi dari semua kabupaten di Pulau Flores. PLN menargetkan pada tahun 2027 sudah mencapai seratus persen.
Diberitakan sebelumnya di media ini sejak puluhan tahun lalu Desa Aelipo yang terletak di Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende, Provinsi NTT belum merdeka dari masalah listrik.
Gegara listrik negara belum masuk ke desanya, pemerintah desa dan masyarakat ancam tutup jalan di jalur Detukeli- Maurole. Karena jalan tersebut melintas di kawasan hutan konservasi.
“Kalau pasang jaringan listrik alasan hutan konservasi tapi pembangunan jalan yang gusur tanah dan tebang pohon bisa. Lebih baik kami tutup jalan saja,” kata Kades Aelipo, Romanus Rindi kepada Florespos.net, Selasa (18/11/2025) lalu di Kantor Camat Wewaria.
Langkah menutup jalan jalur Kecamatan Detukeli-Maurole akan diambil oleh pemerintah desa dan masyarakat karena usulan serta pendekatan demi pendekatan sudah dilakukan oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Namun hingga penghujung tahun 2025 listrik negara tak kunjung datang menerangi desa tersebut.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










