Pangan Lokal Tantangan MBG di Manggarai Barat - FloresPos Net

Pangan Lokal Tantangan MBG di Manggarai Barat

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 15:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Tantangan pelaksanaan program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT terkendala bahan baku pangan lokal, di antaranya sayur, buah, telur, daging, karena stok terbatas.

Diminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar mendorong para petani setempat Mabar agar total menanam aneka sayur, buah, ayam dan lainnya. Ini kendala utamanya.

Permintaan ditujukan kepada pemerintah, karena itu bagian dari kerja-kerja pemerintah, daya ungkitnya lebih besar. Daya dorong dari pemerintah jauh lebih maksimal untuk mengedukasi masyarakat/petani ketimbang pihak mitra, dalam hal ini para pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/dapur MBG di Mabar.

Tak hanya masyarakat/petani, Koperasi Merah Putih dan Bumdes juga semestinya terpacu, gerak cepat respon terkait ini, karena MBG adalah program nasional.

Demikian pemilik/mitra SPPG-MBG Wae Kelambu, Fidelis Sukur, menanggapi media ini di sela-sela launching SPPG Wae Kelambu di Labuan Bajo pada 12 September 2025.

Baca Juga :  Laos Keketuaan AMMTC 2024

Menurut Sukur, pengamatan sementara untuk ketersediaan bahan baku pangan lokal kecuali beras yang cukup ketersediaannya. Sedangkan daging ayam, telur, sayur, buah dan lain-lain stoknya masih terbatas, belum cukup.

Itu pun pangan lokal minus beras masih banyak yang didatangkan dari luar Mabar, antara lain telur, daging ayam serta buah-buahan, dan juga mungkin roti. Khusus susu dipastikan semuanya dipasok dari luar karena di Mabar tidak ada produksinya.

“Pada launching ini (SPPG Wae Kelambu) saya sengaja undang pemerintah dan pihak terkait lain untuk melihat kondisi ini. Biar kendala utamanya mereka tahu. Ini tantangan, supaya sama-sama buka mata. Soal ini kita pernah diskusi dangan pemerintah,” kata Sukur.

“Sebenarnya program ini (MBG) bermanfaat sekali. Tapi untuk sementara dampak positif bagi masyarakat lokal Mabar sepertinya belum signifikan,” sambungnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, senada dilontarkan Kosmas Semen Janggat, pemilik SPPG Batu Cermin Labuan Bajo. SPPG Batu Cermin telah beroperasi 8 bulan terakhir.

Baca Juga :  Perkelahian Berujung Pembunuhan di Pemana, Tersangka Ditahan di Mapolres Sikka

Lanjutnya, ini baru dua dapur yang beroperasi, yaitu SPPG Wae Kelambu dan SPPG Batu Cermin. Tidak tahu jika nanti lima dapur di Labuan Bajo beroperasi semua. Kewatir stok bahan baku pangan lokal kian terbatas. Dapur-dapur bisa kewalahan mendapatkan sayur, buah, telur dan lainnya.

SPPG Batu Cermin miliknya, demikian Koce, beroperasi sekitar 8 bulan belakangan, semenjak Pebruari 2025. Dan sementara stok bahan baku pangan lokal masih cukup untuk dapurnya.

Tetapi dengan beroperasinya 2 dapur MBG di Labuan Bajo sekarang, yaitu tambah SPPG Wae Kelambu, hampir pasti akan berpengaruh terhadap ketersedian bahan baku pangan lokal prodak Mabar khususnya.

Hampir pasti jumlah dan jenisnya terbatas, sayur, buah dan lainnya. Bisa kewalahan, ujar Koce.

Dilansir media ini sebelumnya, SPPG Wae Kelambu layani ribuan siswa di Kota Labuan Bajo Manggarai Barat. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Berita ini 737 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA