MBAY, FLORESPOS.net-Banjir bandang melanda Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan parah pada rumah-rumah warga dan infrastruktur desa.
Bencana ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi pada Minggu hingga Senin (8/9/2025). Hujan lebat dengan durasi 20-an jam itu menyebabkan Sungai Maumbena, Sungai Aesemi, Sungai Lowo Koke, dan Sungai Teo Dhea meluap dan membanjiri beberapa desa di wilayah Kecamatan Mauponggo.
Warga Mauponggo Remy Jago yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nagekeo kepada Florespos.net, Selasa (9/9/2025), mengatakan banjir bandang tersebut telah menelan 9 korban jiwa, dengan 3 orang meninggal dunia (bukan 4 sebagaimana berita sebelumnya, red) dan 6 orang lainnya belum ditemukan.
Selain itu, kata dia, beberapa rumah penduduk tersapu banjir. Puluhan petak sawah di Kecamatan Mauponggo juga terkena dampak banjir dan longsor.
Remy mengatakan Pemerintah Nagekeo dan tim SAR gabungan telah melakukan upaya penanganan bencana, termasuk evakuasi warga dan pencarian korban yang masih hilang.
Namun, kata dia, akses jalan menuju desa-desa terdampak masih terbatas karena beberapa jembatan putus dan jalan terputus akibat longsor.
Disebutkan beberapa titik dan desa yang terdampak banjir bandang antara lain, Desa Maukeli banjir terjadi di Kampung Betawa, Kali Maumbena, jembatan Maukeli, Desa Lokalaba Kampung Pauleka-Desa Aewoe, Kantor BP, Kantor Resort Peternakan, pemukiman warga sekitar, dan Jembatan Aetoro, Desa Lodaolo, Kampung Dhawe, Desa Wolokisa, Kampung Bayu, lahan sawah dan kebun warga
Korban Jiwa
Data yang dihimpun Florespos.net, korban yang meninggal yakni Remigius Sopi Bela (suami) dan mantunya Fance dari Boawae beserta bayinya.
Sedangkan yang belum ditemukan atau masih dalam proses pencarian, yakni Mariano Tom Busa Jago (29), suami dari Bidan Rosdiana Novita Toyo) dan anaknya Achiles Agustinus Busa Jago (13 bulan), Estin Co’o dan bayinya. Dan dua lainnya warga Desa Ua.
Kerusakan Infrastruktur
Banjir bandang ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk ruas jalan Maukeli Lajawajo (jalan kabupaten) lumpuh total ruas jalan Sawu-Mulakoli (jalan kabupaten) lumpuh total ruas jalan Gako Mauponggo (jalan provinsi). Tertutup material.
Pemerintah setempat dan Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi warga terdampak. Situasi saat ini masih genting, dan warga berharap bantuan segera tiba untuk memulihkan kehidupan normal. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










