Tokoh NTT-Jakarta William Wea Desak Proses Hukum Transparan dan Hukum Berat Pelaku Penganiaya Prada Lucky - FloresPos Net

Tokoh NTT-Jakarta William Wea Desak Proses Hukum Transparan dan Hukum Berat Pelaku Penganiaya Prada Lucky

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 13:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Tokoh NTT di Jakarta asal Kabupaten Nagekeo, William Yani Wea mendesak proses hukum yang transparan dalam pengungkapan kasus kematian Prada Lucky Cepril Saputra Namo, anggota TNI AD yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere.

William Wea juga mendesak agar para pelaku kekerasaan yang menyebabkan kematian Prada Lucky Cepril Saputra Namo di hukum berat sesuai perbuatannya.

“Ada dugaan sangat kuat Prada Lucky dianiaya seniornya di dalam asrama sebelum dirawat dan meninggal dunia. Pelaku harus diusut tuntas. Pelaku mesti dihukum berat. Ini demi keadilan dan atas nama kemanusiaan,” kata William Wea kepada Florespos.net melalui telepon, Sabtu (9/8/2025).

Menurut William Wea peristiwa yang dialami Prada Lucky mencerminkan tindakan yang sadis dan tidak beradab yang terjadi di dalam asrama tentara. Hal ini tidak bisa ditolerir dari segi nilai kemanusiaan mana pun.

Baca Juga :  Uskup Maumere Titip Tiga Pesan Penting di Hari Disabilitas Internasional 2023

“Berhadapan dengan kasus seperti ini, akal sehat kita boleh bertanya; apa yang dilakukan komandan batalyon di Nagekeo sana? Apa saja kegiatannya? Bagaimana mungkin hal-hal keji seperti ini bisa lolos dari radar komandan dan para petinggi langsung Prada Lucky?,” tanya William Wea.

Evakuasi Keberadaan Batalyon

William Wea lebih jauh mempertanyakan urgensi dan relevansi keberadaan batalyon di Nagekeo, terutama bagi masyarakat setempat. Pengalaman sadis yang menimpa Prada Lucky kiranya menjadi evaluasi penting bagi keberlanjutan batalyon di Nagekeo.

William Wea mengatakan, evaluasi ini perlu menjadi perhatian serius, karena mencerminkan tindakan tentara terhadap tentara, apalagi Prada Lucky adalah juga anak tentara. Hal ini tidak bisa dibayangkan oleh orang sipil seperti warga lokal di sekitar Batalyon.

William Wea yang juga merupakan kandidat doktor di IPDN merasa prihatin dan terpukul ketika melihat video jeritan seorang ayah ketika jenazah anaknya harus menunggu lama untuk di otopsi di Rumah Sakit Tentara Kupang. Jeritan yang penuh luka batin dari seorang ayah yang juga tentara ketika anaknya penuh penderitaan.

Baca Juga :  Kasrem Simon Petrus Kamlasi Beri Kuliah Umum di STIPER Bajawa

“Sebagai putera daerah asli Nagekeo, saya sedih, kecewa dan sangat memaklumi kemarahan, perasaan spontan orang tua Prada Lucky. Itu sangat manusiawi sebagai orang tua,” ungkap William.

Sebagai informasi, Lucky diketahui baru dua bulan menjadi seorang tentara sebelum akhirnya diduga dianiaya para seniornya hingga meninggal dunia.

Lukcy mulai mengikuti pendidikan di sekolah calon tamtama (Secatam) TNI AD di Singaraja, Bali sejak Bulan Februari 2025. Lalu pada akhir Mei 2025, korban pulang setelah dilantik menjadi anggota TNI AD.

Lucky kemudian ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) bermarkas di Kabupaten Nagekeo. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar
Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas
Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic
Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Berita ini 245 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:12 WITA

Weekend at Parapuar Kembali Suguhkan Harmoni Musik dan Tari Tradisional di Natas Parapuar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:05 WITA

Pengurus Baru PPDKAE Kabupaten Ende Resmi Dilantik di Kampus Atma Reksa–Rumah Bersama untuk Inklusivitas

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA