Pajak Hotel Terapung, Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Perkuat Koordinasi dengan Pempus - FloresPos Net

Pajak Hotel Terapung, Dewan Dorong Pemkab Manggarai Barat Perkuat Koordinasi dengan Pempus

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 13:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-DPRD Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) perkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat (Pempus) terkait pungutan pajak hotel dan restoran terapung.

Konon kabarnya hotel terapung dimaksud adalah kapal wisata yang beraktivitas di wilayah perairan laut Manggarai Barat yang menyediakan akomodasi makan, minum, fasilitas tidur dan lain-lain di atas kapal wisata. Dan hal ini tersurat dalam Perda/Perbup Mabar terkait pungutan pajak hotel dan restoran di atas air.

Seruan dorongan wakil rakyat Mabar menanggapi Florespos.net ruang kerja Wakil Ketua II DPRD setempat di Labuan Bajo, Sewargading S.J. Putera, belum lama ini.

Mereka adalah Bernadus Ambat, Silverius Sukur, Kanisius Jehabut, Rofinus Rahmat, Antonius Aron, Ali Sehidun, Karsianus Kun, Fidelis Sukur, Martinus Warus, Inocentius Peni, disamping Sewargading S. J. Putera.

Baca Juga :  Gelar Lomba Catur, Ketua NasDem Sikka: Melatih Kemampuan Berpikir Logis dan Strategi Mencari Solusi

Diwartakan media ini sebelumnya, Bupati Manggarai Barat minta penegasan Pajak Hotel dan Restoran di Atas Air dari Kemenkeu, juga Bupati Manggarai Barat Sampaikan Unek-Unek Kepada Pemerintah Pusat.

Menurut 9 wakil rakyat itu, Pempus dalam hal ini kementerian terkait, antara lain Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sebab, berhubungan pajak/ retribusi hotel dan restoran  kewenangan Kemenkeu, dan  kewenangan atas kapal ada di tangan Kemenhub.

Dengan membangun koordinasi kuat dengan Pempus/Kementerian terkait, hampir pasti pro kontra pungutan pajak dan retribusi hotel dan restoran di atas air (hotel terapung) dapat diminimalisir ataupun bahkan hilang. Kalau koordinasi di tingkat kementerian/lembaga sudah final, diperkuat dengan regulasi, legalitas ada, instansi-instansi tingkat lapangan dari kementerian/lembaga tersebut hampir pasti ikut.

Sehubungan dengan ini pula, DPRD Mabar NTT sepakat dan mendukung Bupati Edistasius Endi “memrotes” pungutan pajak dan retribusi makan, minum, tidur  di atas air itu ke Kemenkeu Republik Indonesia (RI) di Jakarta, sebagaimana marak diberita media masa belakangan.

Baca Juga :  Pengurus KSP Kopkardios Kunjungi Anggota Usaha di Kota Ruteng dan Rua

Melalu Inocentius, para wakil rakyat Mabar yang berkumpul itu, menegaskan sikap politik dewan, antara lain, pertama, mendukung apa yang dilakukan Bupati Mabar yang meminta penjelasan terang bendrang kepada Pempus melalu Kemenkeu.

Kedua, ketika kewenangan itu sudah dapat, harapan DPRD Mabar agar Pemerintah bergerak cepat melakukan pendataan serius semua kapal (wisata) yang beroperasi di seluruh wilayah perairan Mabar termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Itu untuk mendapatkan data pasti tentang potensi Mabar yang ada di hotel dan restoran terapung itu bisa diketahui.

Diharapkan soal satu ini segera dilakukan Pemkab Mabar karena sebentar akan ada pembahasan APBD 2026, lanjut Inocentius. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Wisata Literasi, SDIT Rabbani Akan Kunjungi Kantor Bupati, Toko Buku Gramedia dan Perpustakaan Daerah
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 07:18 WITA

Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 06:46 WITA

Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA