BORONG, FLORESPOS.net-Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur bersama PUPR, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan survey sekalian kajian lapangan terkait longsor di Desa Golo Wune, Kecamatan Lamba Leda Selatan.
Kepala BPBD Petrus Subin dikonfirmasi Florespos.net Kamis, (13/3/2025) mengatakan, tim sudah melakukan survey lapangan dan juga kajian terkait dampak longsor yang terjadi dan solusi yang nantinya dibuat kedepan.
Di lokasi tim lakukan pengukuran longsor, melihat dari dekat jalan yang nyaris putus. Pihaknya juga sedikit memberikan bantuan beras kepada korban yang rumah terkena longsor.
Anggota tim yang turun Edi Parus,Vino Patah, Leksi dan Haban saat melakukan survey di Desa Golo Wune mengatakan, saat ini longsoran belum bisa dibersihkan. Karena takut setelah dibersihkan terjadi longsor susulan.
Katanya, ada empat titik longsor yang sangat besar dan harus menggunakan alat berat untuk mengangkat material longsor.
Menurut Vino Pata, material longsor sangat besar dan untuk sementara pihaknya meminta desa untuk bersama masyarakat menggali longsor supaya kendaraan bisa melintas karena alat berat belum bisa diturunkan sambil menunggu cuaca bersahabat.
Sementara itu Kepala Desa Golo Wune, Yohanes Ngajang yang diminta tanggapan menyampaikan terima kasih kepada tim dari BPBD yang sudah melihat kondisi longsor di Desa Golo Wune. Beberapa titik longsor sudah dibersihkan oleh masyarakat namun kendaraan Dum truk belum bisa melintas karena terkendala dengan akar pohon yang sangat besar.
Dia juga meminta untuk membangun TPT Wae Heo yang roboh, karena saat ini kondisi jalan hanya pas untuk ban kendaraan dan cepat atau lambat jalan putus total. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Anton Harus










