BAJAWA, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu atau Berni Dhey menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Rembuk Stunting Tahun 2027 tingkat Kecamatan Wolomeze pada Rabu (25/2/2026).
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Berni Dey mengatakan. kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyinkronkan program dan pendanaan lintas tingkatan pemerintahan.
Berni Dhey menegaskan Musrenbang merupakan media pemerintah dari tingkat bawah untuk menyelaraskan bukan hanya program, tetapi juga sumber pendanaan, baik dari desa, daerah, provinsi, maupun pusat.
Mantan Ketua DPRD Ngada tersebut menyampaikan bahwa perencanaan desa saat ini masih dalam tahap asistensi, sembari pemerintah daerah membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi.
Sinergi dengan Provinsi
Sinergi anggaran antara provinsi, desa, dan kabupaten dinilai penting untuk mempercepat pembangunan, termasuk dukungan program rumah layak huni yang menjadi konsentrasi Gubernur dengan target kurang lebih 10 unit per desa.
Berni Dhey mengatakan, fokus Pemerintah Provinsi juga diarahkan pada penurunan angka kemiskinan yang diukur berdasarkan desil rumah tangga. Karena itu, ketepatan perencanaan dan pemanfaatan anggaran menjadi kunci.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memaparkan capaian kerja serta komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada yang dilaksanakan sesuai lima misi pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya pembaruan data secara berkala agar akuntabilitas program semakin baik dan tepat sasaran.
Bantuan Pertanian
Di sektor pertanian, tahun ini Kabupaten Ngada mendapatkan berbagai bantuan dari APBN berupa bibit kelapa, pala, cokelat, jambu mete, dan komoditas lainnya.
Wabup Berni Dhey meminta agar bantuan tersebut dikelola secara serius dan disalurkan kepada kelompok tani dalam jumlah yang memadai, sehingga dapat dirawat dengan optimal.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan misi one village one product serta mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pemerintah daerah juga telah mengusulkan hilirisasi kelapa agar dapat dikembangkan di Kabupaten Ngada sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
71 Kasus Stunting di Wolomeze
Sementara itu, Camat Wolomeze Longginus Nandeng memaparkan kondisi geografis wilayah serta perkembangan lokasi Koperasi Merah Putih di kecamatan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah disiapkan di dua lokasi, yakni Desa Denata dan Desa Larilaki. Terkait penanganan stunting, tercatat masih terdapat 71 kasus di Kecamatan Wolomeze yang terus menjadi perhatian bersama.
Kegiatan Musrenbang dilanjutkan dengan diskusi dan dialog bersama seluruh peserta guna menghimpun usulan prioritas pembangunan Kecamatan Wolomeze sebagai bagian dari penyusunan RKPD Tahun 2027.
Serahkan PIP
Sebelum mengikuti rangkaian Musrenbang, Wakil Bupati terlebih dahulu menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) versi daerah kepada 147 siswa se-Kecamatan Wolomeze, terdiri dari 88 siswa SD dan 59 siswa SMP.
Ia menjelaskan bahwa PIP versi daerah merupakan bantuan bagi siswa-siswi masyarakat Ngada yang belum mendapatkan PIP pusat, dan program ini dijalankan melalui persetujuan bersama DPRD Kabupaten Ngada.
Dalam kesempatan itu, Wabup Berni Dey juga berdiskusi dengan pimpinan cabang bank yang hadir agar proses pencairan dana PIP tidak memberatkan orang tua.
Disepakati bahwa petugas bank langsung hadir di kecamatan, sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mencairkan dana di wilayah yang memiliki gerai bank. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










