Guru PJOK di Doreng Diduga Lakukan Pencabulan, Polres Sikka Lakukan Penyidikan - FloresPos Net

Guru PJOK di Doreng Diduga Lakukan Pencabulan, Polres Sikka Lakukan Penyidikan

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025 - 18:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net- Selasa (19/2/2025) sekitar pukul 16.00 WITA, seorang perempuan bernama Maria Kristiani Yosepha mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka guna melaporkan dugaan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur.

Dugaan pencabulan tersebut berlangsung tanggal 14 Februari 2025 sekitar pukul 08.00 WITA bertempat di Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka dengan korban sebanyak 8 anak.

“Tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur dilakukan oleh seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJPK ),” sebut Kapolres Sikka AKBP Moh. Mukhson, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasie Humas Polres Sikka, Iptu Yermi Soludale, Senin (4/3/2025).

Yermi Soludale menjelaskan, terlapor melakukan pencabulan terhadap setiap korban dengan cara mencium pipi, mencium bibir, meraba payudara dan kemaluan korban.

Lanjutnya, setelah kejadian korban tidak berani melaporkan kepada kepala sekolah ataupun orang tua karena takut diancam akan mengurangi nilai mata pelajaran PJOK.

Baca Juga :  Jumlah Pengungsi Menurun, Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur Terus Bergerak

Ia menyebutkan, karena takut akhirnya setiap korban bercerita satu sama lain sampai perbuatan tersebut di dengar oleh kepala sekolah.

“Atas kejadian tersebut keluarga melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Sikka untuk ditindaklanjuti ke proses hukum yang dituangkan dalam laporan polisi dan kepada pelapor telah di berikan surat tanda penerimaan laporan,” terangnya.

Yermi Soludale merincikan, para korban terdiri dari FNY yang berumur 8 tahun, FYW 11 tahun, MMNN 11 tahun, MNDT 10 tahun, MPDC 8 tahun, TDC 9 tahun, WD 13 tahun serta YKN 11 tahun.

Kata Yermi Soludale, terlapor merupakan seorang guru berusia 42 tahun yang beralamat di Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng.

Menindaklanjuti laporan, Polres Sikka tengah melakukan penyidikan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Baca Juga :  Pedro Dihe, Petani Mbay yang Bersama  Pendawa Agri

Junto pasal 76e UU RI Nor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 82 ayat (4) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Junto pasal 76e UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku juga dijerat dengan pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Perbuatan Berlanjut (Voortgezette Handeling),” ungkapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende
DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah
94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik
Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas
Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama
Anggota Komisi XI DPR RI Julie Laiskodat Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka
Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional
Hiu Paus Terdampar di Pantai Lowolabo Wilayah Kerja Maumere, Dagingnya Dikonsumsi Warga
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WITA

DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:20 WITA

94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Anggota Komisi XI DPR RI Julie Laiskodat Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka

Berita Terbaru