Tren Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Sikka Mengalami Peningkatan - FloresPos Net

Tren Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Sikka Mengalami Peningkatan

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 10:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anjing peliharaan warga yang dijumpai di Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT. (FOTO: EBED DE ROSARY)

Anjing peliharaan warga yang dijumpai di Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT. (FOTO: EBED DE ROSARY)

MAUMERE, FLORESPOS.net-Hingga minggu ketiga tahun 2025, tren kasus gigitan dari Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalami peningkatan.

Minggu pertama tahun 2025, jumlah kasus gigitan sebanyak 11 kasus. Sementara minggu kedua meningkat menjadi 15 kasus dan minggu ketiga naik menjadi 18 kasus gigitan.

“Kita mengalami kendala keterbatasan stok Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) sementara kasus gigitan mengalami peningkatan per minggunya,” sebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui, Senin (10/2/2025).

Baca Juga :  Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat

Petrus mengatakan, masih ditemukan specimen positif pada Hewan Penular Rabies (HPR) dan masih terdapatnya resiko penularan rabies pada manusia.

Ia berharap agar vaksinasi pada HPR diintensifkan serta perlu dipertimbangkan untuk melakukan eliminasi selektif pada HPR.

Lanjutnya, Kabupaten Sikka merupakan daerah endemis rabies sejak ditemukan tahun 1998 dimana telah beberapa kali berdampak pada ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies.

“Tahun 2023 terdapat 3.326 kasus gigitan sementara tahun 2024 sedikit turun menjadi 3.032 kasus gigitan. Dua tahun tersebut pun jumlah korban jiwanya pun masing-masing 6 orang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lepas 44 Jamaah Calon Haji Wabup Sikka Pesan Jaga Ukhuwah dan Disiplin di Tanah Suci

Petrus mengungkapkan, untuk tahun 2024 kasus gigitan HPR terjadi pada laki-laki sebanyak 1.551 kasus (52 pesren) sementara perempuan sebanyak 1.442 kasus (48 persen).

Paparnya, Puskesmas Beru paling banyak menangani kasus gigitan HPR dengan jumlah kasus sebanyak 334 kasus disusul oleh Puskesmas Nita sebanyak 303 kasus dan Puskesmas Kopeta 204 kasus.

Ia sebutkan,untuk wilayah Kota Maumere  HPR seperti anjing sudah hampir tidak ditemukan lagi namun di kecamatan di luar Kota Maumere populasinya masih banyak.

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Berita ini 278 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA