“Jumlah kasus gigitan HPR paling sedikit terdapat di Puskesmas Wolofeo sebanyak 31 kasus, Puskesmas 8 kasus dan Puksesmas Teluk hanya 1 kasus,” paparnya.
Petrus memaparkan, pihaknya melakukan upaya penanggulangan KLB Rabies dengan cara melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada masyarakat serta rapat penanggulangan rabies bersama camat dan lintas sektor terkait.
Selain itu sebutnya, dilakukan pelayanan Vaksin Anti Rabies (VAR) pada 7 rabies center dan pelayanan Serum Anti Rabies (SAR) padar RSUD TC Hillers Maumere.
“Kita tidak memiliki anggaran untuk pengadaan VAR sehingga meminta bantuan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










