Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka Soroti Sejumlah Poin dan Ranwal RPJMD - FloresPos Net

Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka Soroti Sejumlah Poin dan Ranwal RPJMD

- Jurnalis

Rabu, 11 Juni 2025 - 10:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-RPJMD bukan sekadar dokumen teknokratik. Ia adalah cermin janji, kompas arah pembangunan, dan kontrak moral serta sosial antara pemerintah dan rakyat. Jika janji tidak tertulis di dalamnya, maka kepercayaan pun perlahan terhapus.

Fraksi Partai Demokrat menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Sikka Tahun 2025–2029 sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam memenuhi amanat konstitusional perencanaan pembangunan jangka menengah.

Dalam Pemandangan Umum Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sikka terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Sikka tahun 2025-2029, Fraksi Partai Demokrat mengkritisi beberapa hal.

“Meskipun sebagian besar janji politik Paket Joss telah terakomodasi, terdapat sejumlah poin penting yang belum dijabarkan secara eksplisit atau masih bersifat umum dan lintas sektor seperti Perumahan dan Infrastruktur Dasar,” sebut Fraksi Partai Demokrat dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Sikka, Selasa (10/6/2025).

Fraksi Partai Demokrat menyebutkan, target 20 ribu rumah siap huni tidak disebutkan secara kuantitatif, hanya terdapat program umum pengembangan perumahan dan infrastruktur desa.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Sikka Apresiasi Obor Mas Berkontribusi Rp 6,2 M PDRB Kabupaten Sikka Tahun 2023

Alih fungsi lokasi strategis seperti Gelora Samador dan Lapangan Kota Baru tidak memiliki rujukan dalam dokumen.

“Pemerataan akses internet belum tergambar jelas. Program Pengelolaan Aplikasi Informatika tidak menyebutkan distribusi jaringan secara merata,” sebut Fraksi Partai Demokrat.

Pada sektor Pendidikan dan Pengembangan SDM, Fraksi Partai Demokrat menyoroti program “Satu Keluarga Miskin Ekstrem Satu Sarjana”, target 40 ribu keluarga, pendanaan non-APBD belum diakomodasi eksplisit sebagai program afirmatif khusus.

Selain itu, beasiswa yang tepat sasaran dan anti kroni tidak memiliki indikator transparansi dan kontrol sosial, pendanaan dari CSR/BUMN juga tidak dijelaskan.

Di sektor kesehatan,Fraksi Partai Demokrat soroti pelayanan Kesehatan Gratis Berbasis E-KTP belum dirinci, pendekatan universal access melalui JKN/KIS disebut, tetapi tidak menjelaskan mekanisme berbasis identitas tunggal (e- KTP).

“Transportasi gratis untuk pasien rujukan luar daerah tidak tercantum dalam program logistik atau akses layanan kesehatan,” sebut Fraksi Partai Demokrat.

Untuk sektor Ekonomi dan Pengelolaan Keuangan Fraksi Partai Demokrat menyebutkan, revitalisasi Perusda dan BUMDes belum diidentifikasi sebagai program prioritas tersendiri.

Baca Juga :  Kejari Sikka Eksekusi Putusan Dua Terpidana Korupsi Dana Desa

Selain itu, pusat Kreatif Digital untuk Milenial belum muncul secara spesifik dalam bentuk program “digital hub” atau dukungan bagi konten kreator lokal.

“Penolakan atau penghapusan utang PEN tidak dinyatakan secara terbuka sebagai bagian dari kebijakan fiskal daerah,” ungkap Fraksi Partai Demokrat.

Terkait sektor tata kelola pemerintahan, Fraksi Partai Demokrat mengatakan, restrukturisasi OPD tidak disebut dalam rencana kelembagaan.

Penerapan kerangka pentahelix belum disebut eksplisit meski semangat kolaboratif hadir dalam program partisipatif.

Oleh sebab itu, Fraksi Partai Demokrat menyarankan, jika indicator kuantitatif spesifik janji politik tidak sepenuhnya disebutkan eksplisit, maka diminta agar penjabaran lebih lanjut harus ada dalam dokumen turunan, terutama Renstra OPD dan RKPD tahunan.

Selain itu, pencantuman indikator kuantitatif dan penandaan khusus terhadap janji kampanye di dalam RPJMD dan dokumen operasional, misalnya target 20 ribu unit rumah.

“Revisi tematik Ranwal RPJMD sebelum ditetapkan, guna memperkuat akuntabilitas politik dan perencanaan berbasis mandat rakyat,” saran Fraksi Partai Demokrat. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81
Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban
Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya
POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan
Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih
Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap
Berita ini 156 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:39 WITA

Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81

Senin, 21 September 2026 - 21:34 WITA

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WITA

Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban

Senin, 21 September 2026 - 21:01 WITA

Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya

Senin, 21 September 2026 - 20:11 WITA

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Berita Terbaru