LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kehadiran banyak hotel di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT menguntungkan masyarakat setempat. Karena dapat membantu melakukan subsidi silang terkait pembayaran air minum yang dikelola perusahan daerah (PD) tersebut.
“Kita bicara ini khusus keterkaitan air minum,” ujar Direktur Perumda Air Minum Wae Mbeliling Aurelius Hubertus Endo kepada media ini di Labuan Bajo belum lama ini.
Sebelumnya Perusahan Umum Daerah Air Minum Wae Mbeliling Manggarai Barat bernama Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling.
Kehadiran banyak hotel atau usaha elit lainnya dalam rangka membuka usaha di Mabar, kata Endo, ada sisi positif. Sisi baik untuk masyarakat yakni terkait subsidi rekening air minum. Itu ditutupi perusahan-perusahan/industri-industri hotel dan lainnya.
Menurutnya batas tarif bawah rekening bulanan untuk fasilias umum seperti panti asuhan, rumah ibadah dan lain-lain yakni Rp. 4000/bulan. Pelanggan rumah tangga atau domestik juga hampir tidak jauh beda.
Untuk menutup keterbatasan itu diambil dari kelompok-kelompok industri hotel dan usaha-usaha besar lainnya sekitar Rp.25 ribu/bulan per perusahan/industri.
“Kalau tidak dibantu subsidi silang dari mereka, hotel dan lain-lain, hancur kita,” komentar Endo.
Lebih jauh Endo mengungkapkan, imic (image/citra) kepercayaan masyarakat terhadap PDAM sudah semakin baik, semakin bertumbuh, khusus di wilayah pelayanan teknis Labuan Bajo dan Lembor.
Karena dalam pelayanan PDAM sudah memenuhi kriteria 4 K, yaitu kualitas (mutu), kuantitas (jumlah, nilai), kontinuitas (berkesinambungan), dan keterjangkauan.
“Saya yakin diakhir tahun dua ribu dua empat pertumbuhan itu akan sangat signifikan, ” kata Endo.
Masih Endo, cakupan pelayanan Perumda Air Minum Wae Mbeliling sampai Oktober sudah 35,3%.
Pertumbuhan pelanggan sampai Oktober untuk seluruh wilayah pelayanan teknis 6,6%, tingkatan penyelesaian pengaduan 100%, kualitas air 83, komsumsi air untuk domestik/rumah tangga lokal 20 meter kubik per kepala keluarga (KK) per bulan. Ini sudah memenuhi standar minimal pelayanan di atas 10 meter kubik perbulan per KK.
“Kesimpulanya 4 K yang saya sampaikan tadi sudah terpenuhi, ” ujar Endo.
Efisiensi tingkat pengurangan air kita, lanjut Endo, 19,1% atau dibawah standar nasional, sangat bagus sehingga tergambarkan air yang dikomsumsi sampai Oktober 1.875.920 untuk rumah tangga.
Tidak hanya itu, Endo mengaku kasus kehilangan air yang dikelola Perumda Air Minum Wae Mbeliling belakangan disebabkan meteran pelanggan rusak ataupun pipa bocor, dan itu harus diganti.
“Inilah kondisi kita-kita sudah manfaatkan intesitas produksi kita sebesar enam puluh dua persen, tergambar dari realisasi produksi kita dengan kapasitas yang terpasang. Kita produksi sesuai kebutuhan pelanggan, sesuai dengan banyak pelanggan di daerah pelayanan,” ujar Endo.
Masih Endo, sampai Oktober 5000 kapasitas yang terpasang dan sampai dengan akhir tahun 2024 lebih dari itu.
Jadi secara keseluruhan di wilayah pelayanan teknis untuk domestik dalam artian rumah tangga 72 liter per detik dengan total air dikomsumsi domestik 1.875.920 meter kubik 10 bulan terakhir atau 300 hari (Januari-Oktober 2024).
Untuk non domestik seperti hotel, rumah makan mewah, restoran besar, sepanjang Januari-Oktober 2024 yakni 15 liter per detik.
Laporan PD tersebut, kata Endo, selama 10 bulan belakangan komsumsi rata-rata domestik rumah tangga yaitu 20,3 meter kubik/pelanggan/bulan. Itu diatas standar pelayanan minimal. Standar pelayanan minimal 10 meter kubik/bulan/KK.
“Harapannya, kita PDAM Wae Mbeliling tetap konsisten untuk melakukan pelayanan air bersih untuk masyarakat Manggarai Barat,” tutup Endo. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










