LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Hasan, Anggota DPRD Manggarai Barat (Mabar) NTT mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar segera memperbaiki irigasi Wae Lambos di Desa Golo Mori Kecamatan Komodo, kondisinya memprihatinkan.
Itu disampaikan Hasan pada rapat paripurna DPRD Mabar di Labuan Bajo, Jumat (15/11/2024).
Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Mabar, Rikardus Jani itu diikuti jajaran Pemkab Mabar dibawa pimpinan Sekda Fransiskus Sales Sodo.
Menurut Hasan, pada 2024 ini irigasi Wae Lambos direhabilitasi total. Panjang irigasi sekitar 1.800 meter dan pagu anggaran Rp. 1,7 miliar. Selesai dikerjakan sekitar 2 bukan lalu dan saat ini masih masa pemeliharaan.
Namun kondisi lapangan sangat tidak sesuai standar apa yang diharapkan masyarakat. Kualitas pekerjaan begitu buruk. Kerjanya lompat-lompat.
Banyak konstruksi bangunan lama tidak dibongkar. Sekitar 400 meter kerjanya lompat-lompat. Mestinya bongkar total dan kerja ulang karena masih dalam satu kesatuan. Itu proyek rehab total tapi justru bypass.
Lantai irigasi tidak diberikan acian sehingga tidak menampung air. Airnya langsung resap ke tanah. Kemudian dinding-dinding tembok irigasinya banyak yang retak, rusak.
“Saya baru pulang dari lokasi beberapa hari lalu bersama pemerintah Desa Golo Mori. Dimana pengawasan pemerintah atas proyek ini?,” tegas Hasan.
Oleh karena itu saya mendesak pemerintah segera memperbaiki irigasi Wae Lambos, ujar Hasan, politisi Partai Perindo itu.
Ditambahkan, Irigasi Wae Lambos adalah penopang hidup ratusan KK kampung Raong Desa Golo Mori. Masyarakat berharap agar pemerintah segera perbaiki irigasi tersebut.
Tidak hanya lantang soal irigasi Wae Lambos, Hasan juga desak Pemkab Mabar segera mengganti papan nama Puskesmas Tanah Mori di Desa Golo Mori menjadi Puskesmas Golo Mori. Ini atas alasan sejarah dan budaya Desa Golo Mori Kecamatan Komodo Mabar.
Di wilayah selatan Kecamatan Komodo Mabar hanya satu nama Golo Mori. Tidak ada nama Tanah Mori, ini melecehkan.
Apalagi terkait nama Puskesmas ini, lanjut Hasan, sekitar 6 bulan lalu sudah ada kesepakatan antara Pemkab Mabar melau Dinas Kesehatan dan tokoh masyarakat Desa Golo Mori, termasuk diri (Hasan). Hasilnya bahwa nama Puskesmas Tanah Mori menjadi Puskesmas Golo Mori.
“Tapi sampai sekarang belum diganti, saya tagi janji pa. Segera ganti nama Puskesmas Tanah Mori jadi Puskesmas Golo Mori,” komentar Hasan.
Menanggap Hasan, Sekretaris Daerah Mabar, Fransiskus Sales Sodo, mengatakan, terkait irigasi Wae Lambos dan ini menjadi catatan bagi kami, dan kemudian menjadi atensi bagi SKPD terkait.
Sedangkan menyangkut dengan perubahan nama Puskesmas Tanah Mori menjadi Puskesmas Golo Mori, menurut Sekda Sodo, sekarang masih sedang diproses di Pemerintah Pusat, katanya.
Menanggapi Sekda Sodo, Hasan berpendapat, sambil menunggu hasil dari Pempus, maka di lokasi tutup saja tulisan kata Tanah dengan Golo untuk Puskesmas di Desa Golo Mori tersebut. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










