Gunung Lewotobi Terus Meletus, Bukan Hanya Semburkan Abu Vulkanik Tebal Tapi Juga Pasir - FloresPos Net

Gunung Lewotobi Terus Meletus, Bukan Hanya Semburkan Abu Vulkanik Tebal Tapi Juga Pasir

- Jurnalis

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, selama beberapa pekan ini terus meletus dan menyemburkan abu vulkanik yang cukup tebal.

Kondisi kehidupan warga di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura yang letaknya mengitari Gunung Lewotobi Laki-laki semakin parah karena setiap hari harus menghirup abu vulkanik dan bau belerang.

Salah seorang warga Desa Nawokote, Linus Lanun yang setiap hari bekerja di Boru, Kecamatan Wulanggitang mengatakan, dalam waktu empat hari terakhir ini letusan Gunung Lewotobi Laki-laki tidak hanya menyemburkan abu vulkanik tapi juga pasir halus.

“Yang kami rasakan dalam kurun waktu 4 hari ini bukan hanya abu tetapi pasir. Kondisi kami sekarang ini makin parah. Banyak masyarakat yang sudah batuk pilek,” katanya kepada Florespos.net, Kamis (20/6/2024) siang.

Dia menyebutkan, beberapa desa di Kecamatan Wulanggitang seperti Desa Hokeng Jaya, Desa Klatanlo, Desa Persiapan Padang Pasir, Desa Boru, Desa Boru kedang dan Desa Nawokote dan Desa Dulipali Kecamatan Ile Bura setiap hari diguyur abu vulkanik dari meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki.

Baca Juga :  Ditipu Sindikat Mafia Tanah, Diplomat Karir dan Kembarannya Terancam Kehilangan Rumah di BSD

“Wilayah Boru dan sekitarnya kalau sudah siang seperti asap api hasil dari bakar ladang untuk kebun tetapi itu sebenarnya debu vulkanik. Lagi pula panas dan hujan tdk menentu karena musim kemarau,” katanya.

Dia berharap Pemerintah Daerah melalui dinas terkait langsung dengan penanggulangan bencana bisa hadir di sini dan memastikan kondisi seperti ini bisa dilakukan pencegahan.

“Semacam edukasi bagi masyarakat tentang bahaya dari abu vulkanik. Masyarakat buat polisi tidur dari balok ukuran 3×4, bambu, ban sepeda motor atau papan di badan jalan biar kendaraan lari pelan, tetapi malah ada pengemudi terpeleset,” katanya.

Kata Linus, sejauh ini yang muncul dari BPBD hanya mobil tangki air. Menurut dia, mobil tangki air tidak begitu efektif.

Baca Juga :  STORI Siap Deklarasi Publik dan Langsung Daftar Hari Pertama di KPU Flores Timur

“Kami butuh masker dan kepastian dari pemerintah tentang penetapan status gunung dari saat ke saat,” pungkas Linus.

Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, hari ini, Kamis (20/6/2024) sejak pagi hingga pukul 15.56 WITA melaporkan, Gunung Lewotobi Laki-laki sudah meletus sebanyak tiga kali.

Menurut laporan Pos PGA Lewotobi Laki-laki, hari ini saja meletus pertama terjadi pada pukul 07.30 WITA, kedua pada pukul 09.38 WITA dan ketiga terjadi pada pukul 14.56 WITA.

Sepanjang terjadi letusan itu, Gunung Lewotobi Laki-laki jelas terlihat hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100-900 meter di atas puncak kawah. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo
Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores
Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua
Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:59 WITA

Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo

Rabu, 16 September 2026 - 18:42 WITA

Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores

Selasa, 15 September 2026 - 20:54 WITA

Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua

Selasa, 15 September 2026 - 19:47 WITA

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 17:06 WITA

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA